Metode Vaksinasi Tanpa Jarum Suntik, Bebas Rasa Sakit!

Metode Vaksinasi Tanpa Jarum Suntik, Bebas Rasa Sakit!

Hai sahabat Maingame88 apa kabarnya. Vaksin merupakan salah satu cara utama untuk mencegah berbagai macam penyakit. Namun, meskipun sudah mengetahui pentingnya vaksinasi, masih ada orang yang menolak untuk mendapatkan vaksin.

Salah satu alasannya cukup sederhana, mereka takut dengan jarum suntik. Jadi, sebagai solusi untuk masalah ini, para ilmuwan telah berusaha mengembangkan beberapa metode vaksinasi lain yang tidak memerlukan jarum suntik.

Baca juga : Taroslot Bandar Togel Online Dan Bandar Slot Terbesar Di Indonesia 2021

  • Semprotkan melalui hidung

FluMist merupakan vaksin flu yang diberikan dengan disemprotkan ke hidung dan telah digunakan selama bertahun-tahun. Salah satu perbedaan besar dari vaksin ini adalah harus menggunakan virus flu hidup yang dilemahkan, tidak seperti suntikan flu standar.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan pemberian vaksin flu ini melalui hidung pada individu sehat yang tidak hamil dan berusia 2 tahun hingga 49 tahun. Individu dengan kondisi medis tertentu tidak boleh menerima vaksin flu semprot hidung, kecuali dengan izin dokter.

  • Vaksinasi Injeksikan ke kulit

Umumnya, vaksin menyuntikkan ke otot menggunakan jarum. Namun, ada juga vaksin yang hanya perlu menginjeksikan ke kulit sehingga jarum juga sangat pendek.

Misalnya, dalam laman Popular Science, vaksin Fluzone Intradermal menggunakan microneedle kecil yang jauh lebih tipis dan pendek daripada jarum suntik normal karena hanya perlu menyuntikkan vaksin sejauh kulit. Suntikan ini juga membutuhkan lebih sedikit vaksin daripada jenis vaksin tradisional.

  • Microneedle-patch

Para peneliti di Georgia Tech dan Emory University mengembangkan metode vaksinasi dengan memanfaatkan microneedle-patch tanpa rasa sakit. Tim peneliti menemukan bahwa patch logam bekerja untuk vaksin flu pada tikus

Versi lain bahkan menggunakan polymer microneedle yang larut ke dalam tubuh. Perusahaan farmasi lainnya juga sedang mengembangkan metode pemberian vaksin dengan microneedle-patch.

  • Vaksinasi Strip mulut

Pada 2008, Aridis Pharmaceuticals dan Johns Hopkins University bekerja sama mengerjakan proyek vaksinasi lewat mulut. Vaksin ini aplikasinya melalui strip memasukkannya pada mulut, kemudian akan larut dengan sendirinya. Metode vaksinasi ini untuk vaksinasi rotavirus pada bayi.

Strip ini memiliki lapisan tipis yang cepat larut. Namun, strip ini juga memiliki cangkang yang melindungi virus saat virus bergerak melalui asam lambung ke usus kecil.

  • Vaksinasi Gigitan nyamuk

Saat digigit nyamuk, sering kali kita tidak menyadarinya. Nah, para peneliti mencoba menggunakan konsep itu untuk menerapkannya pada vaksin. Pada 2010, sekelompok ahli genetika Jepang mengembangkan nyamuk yang menyebarkan vaksin.

Di sini, peneliti menempelkan SP15, kandidat vaksin untuk parasit leishmaniasis sehingga nyamuk menghasilkan SP15 dalam air liur mereka. Saat nyamuk menggigit tikus, tikus ini mengembangkan antibodi terhadap SP15. Sayangnya, belum jelas apakah ide memanfaatkan nyamuk sebagai vaksinator terbang mungkin untuk diwujudkan.

Menarik sekali, bukan? Melalui metode vaksin ini, orang-orang yang takut dengan jarum suntik tidak akan takut lagi untuk divaksin. Kalau menurut kamu, metode mana yang paling menarik? Jelaskan alasannya di kolom komentar, ya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *