Suplemen yang Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan

Suplemen yang Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan

Hai sahabat Maingame88 apa kabarnya. Untuk menurunkan berat badan, biasanya kita melakukan diet dan rutin olahraga, terutama kardio. Ada pula yang mengonsumsi suplemen tertentu. Suplemen mungkin bisa membantu, tetapi tak jarang membawa efek samping tertentu.

Ada banyak ragam suplemen dengan klaim membantu berat badan turun, sehingga kadang ini bikin konsumen bingung dalam memilih. Dari berbagai sumber, inilah beberapa suplemen yang bisa membantumu dalam menurunkan berat badan.

Baca juga : Taroslot Bandar Togel Online Dan Bandar Slot Terbesar Di Indonesia 2021

  • Ekstrak teh hijau

Selain minuman, teh hijau juga tersedia dalam bentuk ekstrak sebagai suplemen untuk membantu menurunkan berat badan. Ekstrak teh hijau juga dapat meningkatkan aktivitas hormon norepinefrin dan mengandung antioksidan utama, yakni katekin epigallocatechin gallate (EGCG), yang dapat membantu proses pembakaran lemak.

EGCG adalah senyawa yang dapat membantu mencegah dan mengurangi kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas merupakan salah satu penyebab peradangan, sehingga dapat menghambat penurunan berat badan.

telah banyak penelitian terhadap manusia yang menunjukkan hasil atau kesimpulan bahwa ekstrak teh hijau dapat meningkatkan pembakaran lemak dan menghilangkan lemak, terutama di area perut.

Selain itu, semua manfaat teh hijau juga tersedia dalam bentuk ekstrak. Kafein dalam ekstrak teh hijau juga dapat mempercepat tubuh dalam membakar kalori.

Akan tetapi, meski ekstrak teh hijau umumnya aman dikonsumsi dan dapat ditoleransi tubuh, tetapi kafein yang terkandung di dalamnya mungkin bisa menyebabkan gejala efek samping pada orang-orang yang sensitif terhadap kafein.

  • Inulin

Mengonsumsi suplemen inulin mungkin dapat membantu menurunkan berat badan. Inulin sendiri merupakan serat prebiotik yang terbukti dapat membantu mengurangi berat badan dan membawa perubahan yang baik bagi mikrobiota usus. Seseorang dapat mulai mengonsumsi 2-3 gram suplemen inulin setiap hari dengan minum banyak air.

Sebuah studi dalam jurnal Clinical Nutrition tahun 2020 menyatakan bahwa inulin dapat mengatur nafsu makan. Kemudian, penelitian menyimpulkan bahwa diet dengan inulin mampu meningkatkan penurunan berat badan pada pasien obesitas, dan lebih manjur lagi pada pasien yang tidak dapat menerima metformin sebagai obat antidiabetes.

  • Probiotik

Probiotik dapat meningkatkan kesehatan usus serta membantu menurunkan berat badan. Sebab, menurut sebuah laporan yang merangkum data dari 14 studi berbeda, bahwa pasien yang mengonsumsi probiotik mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak dari pada dengan kelompok plasebo

Mengonsumsi probiotik saat diet juga dapat membawa manfaat tambahan, karena probiotik dapat membantu mempertahankan tingkat bakteri baik di usus.

  • Vitamin B12

Sebuah penelitian berjudul “Inverse Association Between Serum Vitamin B12 Concentration and Obesity Among Adults in the United States” dalam jurnal Frontiers in Endocrinology tahun 2019 menemukan, dari 9.075 subjek penelitian usia 20 tahun ke atas, konsentrasi serum vitamin B12 yang lebih rendah ada pada orang-orang dengan obesitas.

Dengan kata lain, konsentrasi serum vitamin B12 yang lebih tinggi berbanding terbalik dengan obesitas. Karenanya, suplemen vitamin B12 dapat membantu meningkatkan metabolisme energi dan membantu menurunkan berat badan.

  • Ekstrak Garcinia cambogia

Garcinia cambogia merupakan buah berwarna hijau yang bentuknya mirip labu. Bagian kulit buah ini mengandung asam hidroksisitrat (HCA) yang merupakan bahan aktif yang digunakan dalam ekstrak suplemen.

Mengutip Healthline, ekstrak Garcinia cambogia dapat menghambat enzim penghasil lemak dalam tubuh dan meningkatkan kadar serotonin, sehingga berpotensi mengurangi keinginan makan atau mengidam.

Sebuah tinjauan ilmiah terhadap 12 studi tentang Garcinia cambogia, suplementasi yang selama beberapa minggu bisa menghasilkan penurunan berat badan rata-rata sekitar 0,88 kg. Memang jumlah tersebut tidak seberapa, tetapi suplementasi Garcinia cambogia dikatakan minim efek samping serius. Cuma ada beberapa laporan mengenai masalah pencernaan ringan.

  • Glukomanan

Glukomanan adalah sejenis serat yang berasal dari dalam tanaman akar ubi gajah atau tanaman konjak. Sebagai serat, kandungan ini dapat membantu menghalangi lemak dalam makanan agar tidak mudah diserap tubuh.

Glukomanan dapat menyerap air dan menjadi seperti gel yang dapat meningkatkan rasa kenyang. Tiga penelitian terhadap manusia menunjukkan bahwa suplementasi glukomanan dengan pola makan sehat dapat menurunkan berat badan sekitar 3,6 hingga 4,5 kg dalam 5 minggu.

Selain itu, glukomanan juga merupakan makanan untuk bakteri baik di usus. Kemudian, serat ini dapat menurunkan gula darah, kolesterol, trigliserida, serta efektif untuk meredakan sembelit.

Namun, perlu waspada karena ada efek samping dari suplemen glukomanan, seperti perut kembung dan bisa menyebabkan tubuh sulit untuk menyerap obat. Karenanya, bila kamu sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, baiknya konsumsi sekitar satu jam sebelum atau empat jam sesudah mengonsumsi suplemen glukomanan, mengutip WebMD.

  • Kitosan

Kitosan adalah senyawa menyerupai gula yang terdapat pada lapisan luar cangkang lobster, kepiting, dan udang. Kandungan ini diketahui dapat memblokir lemak dan kolesterol agar tidak mudah diserap oleh tubuh,

Akan tetapi, belum banyak cukup bukti mengenai efektivitas kitosan untuk mengurangi berat badan, meski kitosan sendiri banyak sebagai bahan dalam suplemen penurun berat badan.

Kitosan umumnya tidak menimbulkan efek samping yang berat. Karena terbuat dari hewan bercangkang, seseorang yang alergi dengan itu atau alergi makanan laut sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen ini.

Mengandalkan suplemen saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan secara sehat. Tetap harus juga dengan pengaturan pola makan dan rutin olahraga. Tak lupa juga selalu tidur cukup dan mampu mengelola stres dengan agar hasilnya optimal.

Bila kamu ingin mengonsumsi suplemen tertentu untuk membantu penurunan berat badan, langkah paling bijak adalah mengonsultasikannya terlebih dulu ke dokter dan/atau ahli gizi, apalagi bila kamu sedang dalam terapi obat-obatan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *