Penyakit yang Bisa Menular melalui Udara, Harus Waspada!

Penyakit yang Bisa Menular melalui Udara, Harus Waspada!

Hai sahabat Maingame88 apa kabarnya. Kadang, kamu dapat terinfeksi penyakit menular tertentu hanya dengan bernapas. Ini karena penyakit tersebut tertular melalui udara atau yang disebut sebagai airborne disease.

Penyakit yang melalui udara dapat menyebar saat individu yang sudah terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, yang kemudian melepaskan sekret hidung dan tenggorokan ke udara. Patogen ini kemudian melayang pada udara dan sebagian lainnya mendarat di permukaan benda atau orang. Nah, penularan terjadi saat seseorang menghirup udara yang mengandung organisme patogen.

Lantas, apa saja penyakit yang bisa menular melalui udara? Inilah beberapa di antaranya yang harus kamu waspadai.

Baca juga : Taroslot Bandar Togel Online Dan Bandar Slot Terbesar Di Indonesia 2021

  • Campak

Campak atau measles merupakan salah satu penyakit yang paling menular. Jika kamu berada di dekat orang yang sedang terkena campak, kamu punya peluang 90 persen untuk tertular. Virus penyebab campak hidup di lendir hidung dan tenggorokan dan menyebar lewat batuk dan bersin.

Setelah pasien campak batuk atau bersin, virus akan menyebar di udara dan bisa bertahan hingga 2 jam. Individu yang tertular kemudian akan menunjukkan gejala dalam waktu 1-2 minggu setelah terinfeksi. Gejalanya meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Pilek
  • Mata merah dan berair
  • Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis atau lebih terkenal dengan nama TBC merupakan penyakit pada paru-paru dan tenggorokan yang penyebabnya adalah Mycobacterium tuberculosis. Saat pasien TBC batuk, berbicara, atau tertawa, bakteri TBC akan lepas ke udara dan menular ke orang lain yang berada di dekat pengidapnya.

Individu yang terinfeksi bakteri TBC bisa saja tidak mengalami gejala sampai bertahun-tahun kemudian. Ini tergantung sistem kekebalan tubuh. Individu yang memiliki sistem kekebalan yang lemah memiliki risiko lebih besar terinfeksi TBC.

  • COVID-19

Virus corona SARS-CoV-2 dan penyakit yang timbul, yaitu COVID-19, telah menginfeksi ratusan juta orang sejak pertama kali dilaporkan pada Desember 2019 silam. Sampai saat ini, COVID-19 masih terus menjadi penyakit yang banyak merenggut nyawa dan informasi mengenai penyakit dan vaksinnya masih terus update.

SARS-CoV-2 umumnya tidak dianggap menular melalui udara, tetapi ada beberapa situasi di mana virus dapat ditularkan melalui udara. Dalam situasi biasa, SARS-CoV-2 menyebar melalui tetesan pernapasan atau droplet setelah seseorang batuk atau bersin. Saat seseorang terinfeksi COVID-19, orang tersebut mungkin mengalami gejala berupa demam, batuk, kelelahan, dan sesak napas.

  • Influenza

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami influenza atau flu. Ini karena virus influenza menyebar dengan sangat mudah melalui udara, bahkan sebelum pasien mengalami gejala, ia sudah mampu menularkan penyakit ke orang lain.

Ada banyak jenis influenza, dan varian virus influenza terus berubah karena mutasi virus. Ini membuat tubuh sulit mengembangkan kekebalan terhadap flu.

  • Cacar air

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster. Setelah seseorang terpapar virus varicella-zoster, butuh waktu hingga 21 hari untuk virus berkembang dan menimbulkan gejala. Namun, individu yang terinfeksi cacar air sudah dapat menyebarkannya bahkan sebelum ia mengalami ruam, yang merupakan gejala utama cacar air.

Cacar air dapat menular melalui udara saat pasien bersin atau batuk, melalui kontak kulit dengan kulit, saat berbagi makanan atau minuman, atau saat seseorang menyentuh barang-barang yang sudah terkontaminasi virus.

Cacar air bersifat sangat menular bagi individu yang belum pernah terkena penyakit ini. Namun, jika seseorang pernah terkena cacar air, biasanya ia tidak akan terkena cacar air lagi di kemudian hari.

  • Difteri

Difteri dulunya merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak. Namun, semenjak masifnya vaksinasi, kasus difteri sekarang jarang terjadi, terutama di negara maju.

Menurut laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pada tahun 2016 ada sekitar 7.100 kasus difteri di seluruh dunia. Penyakit ini melukai sistem pernapasan dan dapat merusak jantung, ginjal, dan saraf.

  • Batuk rejan (pertusis)

Pertusis atau batuk rejan adalah penyakit pernapasan yang menyebabkan pembengkakan saluran udara. Penyakit ini mengakibatkan individu mengalami batuk terus-menerus. Puncak penularannya adalah selama sekitar 2 minggu sejak individu mulai batuk.

Batuk rejan adalah penyakit yang sangat menular, bahkan tidak terkontrol. CDC melaporkan, di seluruh dunia ada sekitar 24,1 juta kasus batuk rejan setiap tahun, yang mengakibatkan 160.700 kematian.

Demikianlah beberapa penyakit yang dapat menular melalui udara. Hampir tidak mungkin untuk menghindari patogen di udara sepenuhnya, tetapi ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menurunkan risiko penularan, yaitu:

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
  • Tetap di rumah saat sakit
  • Pakai masker saat berada di keramaian untuk mencegah penyebaran atau menghirup kuman
  • Tutup mulut saat batuk atau bersin
  • Hindari menyentuh wajah orang lain atau membiarkan orang lain menyentuh kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *