Kisah Nyata nan Langka, Keluarga “Super” yang Tak Bisa Rasakan Sakit

Kisah Nyata nan Langka, Keluarga “Super” yang Tak Bisa Rasakan Sakit

Hi kawan kembali lagi di Duniacerpen, kali ini akan menceritakan kisah nyata nan langka, keluarga “Super” yang tak bisa rasakan sakit

Kisah nyata nan langka

Kisah nyata nan langka, Keluarga “Super” yang tidak bisa rasakan sakit

 

Apa jadinya jika kita tak bisa merasakan sakit? Mungkinkah kita akan seperti Superman yang bisa menghadapi apa saja?

Sayangnya bukan itu yang terjadi, justru kita tak bisa merasakan jika tubuh terluka. Tentu ini bisa menjadi bahaya, karena bisa jadi saat mengalami masalah serius kita tak menyadarinya.

Hal inilah yang terjadi pada sebuah keluarga di Italia. Seorang perempuan Italia, dua anak perempuannya, dan tiga cucunya punya masalah dalam merasakan sakit.

Mereka tak bisa merasakan suhu. Bahkan beberapa kali mematahkan tulang mereka tanpa sadar.

Sebelumnya, tak ada yang tahu mengapa keluarga tersebut mengalami hal aneh ini. Tapi kini para ilmuwan mampu menjawabnya.

Dengan mempelajari genetika keluarga unik ini dan tikus, para peneliti dengan ketuanya yang bernama Dr Abdella Habib dari Qatar University berpikir bahwa mereka telah menemukan gen yang bertanggung jawab atas ketidakpekaan keluarga ini terhadap rasa sakit.

Baca Juga : INDOPK.COM  Agen Poker Online dan Bandar Ceme Terbaik dan Terpercaya

Faktanya peneliti pun berharap apa yang mereka temukan bisa membantu orang lain mengobati rasa sakit kronis.

“Analisis genetik keluarga manusia dengan sindrom Marsili, sebuah kelangkaan dan mungkin fenotip ketidakpekaan sakit yang unik, dan pemodelan tikus menunjukkan ZFHX2 sebagai gen kritis untuk persepsi rasa sakit yang normal,” tulis para peneliti.

Nama Marsili yang peneliti gunakan untuk sindrom ini sendiri mereka ambil dari keluarga di Italia tersebut. Agen Poker Online

Selanjutnya untuk mengetahui hal ini, para peneliti meminta anggota keluarga Marsili menjalani pemeriksaan ketat. Serangkaian tes yang peneliti lakukan mungkin terdengar seperti penyiksaan ringan terhadap rasa sakit biasanya.

Tentu saja anggota keluarga tersebut telah menyetujui tes ini. Mereka menyarankan titik sakit, menyentuh permukaan bersuhu mulai dari -10 sampai 50 derajat celcius, dan membenamkan tangan mereka dalam es. INDOPK

Akhirnya para peneliti mengurutkan bagian dari genom kelarga dan mengungkap adanya mutasi pada gen ZFHX2. Gen ini mengubah bagaimana nociceptor (reseptor sakit) menerjemahkan kode DNA ke dalam instruksi pembuatan protein.

Pada penelitian sebelumnya, para peneliti menciptakan tikus tanpa gen ZFHX2. Ternyata tikus tersebut sangat aneh, mereka lebih hiperaktif dan menunjukkan tanda-tanda depresi tikus.

Baca Juga : Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

Bahkan dalam penelitian baru ini, tikus yang mereka ubah gen ZFHX2-nya, mengalami panas dan dingin. Ini merupakan bukti bahwa mutasi gen merupakan penyebab keluarga Marsili tak bisa merasakan sakit.

Penting untuk dicatat, tikus mutan tidak menunjukkan gejala yang sama persis dengan manusia. Selain itu, genetika rasa sakit lebih kompleks.

Orang lain yang memiliki tulang retak tanpa rasa sakit memiliki mutasi pada gen lain, yang kita sebut SCN11A. Editorial jurnal Nature menyebut bahwa banyak yang belum kita pahami tentang rasa sakit.

Tapi memahami mutasi seperti ini mungkin suatu saat akan menghasilkan gagasan penanganan sakit yang lebih baik. Dalam publikasinya, para peneliti menyebut, kami memerlukan penelitian lanjutan untuk menentuka gen mana yang menjadi target terbaik penghilang rasa sakit.

 

Link Alternatif Daftar & Login Indopk | INDOPK.COM  Agen poker Online dan Bandar Ceme Terpercaya dan Terbaik Di Indonesia

 

Promo INDOPK

<> Event Lomba Turn Over Bulanan ( Berhadiah Ratusan Juta Rupiah )

<> Hadiah Kartu Jackpot

<> New Member 10% ( Minimal Deposit 25.000 )

<> CashBack 0.5%  ( Setiap Hari Rabu )

<> Bonus Referral 20% ( Seumur Hidup )

<> Bonus Jackpot Jutaan Rupiah Disetiap Harinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *