Air Laut Terbelah Dua di Selat Madura, Ini Penjelasan Pakar

Air Laut Terbelah Dua di Selat Madura, Ini Penjelasan Pakar

Hi kawan kembali lagi di Duniacerpen, kali ini akan menceritakan tentang air laut terbelah dua di selat madura, ini penjelasan pakar

Air laut

Air laut terbelah dua di selat madura

 

Fenomena air laut terbelah menjadi dua warna terjadi di Selat Madura atau lebih tepatnya di bawah Jembatan Nasional Surabaya-Madura (Suramadu). Sontak fenomena alam ini membuat ramai warganet di jagad maya.

Humas Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Faisal Yasir Arifin menuturkan, fenomena alam yang kita kenal dengan nama halocline itu merupakan peristiwa biasa yang umum terjadi. Air laut terbelah lantaran pertemuan dua jenis massa air dari sisi timur dan barat Pulau Madura yang densitasnya berbeda suhu, kadar garam, dan kerapatan airnya sehingga tidak bisa menyatu.

Baca Juga : INDOPK.COM  Agen Poker Online dan Bandar Ceme Terbaik dan Terpercaya

“Itu fenomena biasa. Terjadi sejak hari Selasa kemarin. Seperti di Selat Gibraltar terjadi pertemuan air dari Laut Atlantik dan air dari Mediterania. Lama terjadinya bisa berhari-hari, bisa semalam saja. Tidak pasti. Tergantung arus lautnya,” tutur Faisal.

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo juga menjelaskan Hal senada. “Fenomena itu terjadi karena perbedaan densitas air laut yang ekstrem antara air laut di dekat garis pantai dengan air laut di daerah yang lebih dalam,” kata Eko.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Maritim, Arif Wiyono mengatakan, di lokasi terjadinya fenomena itu, di Jembatan Suramadu sisi Surabaya, memang ada muara sungai yang mengarah langsung ke laut. Agen Poker Online

“Saat air laut surut, air dari muara sungai dipompa menuju ke laut. Pertemuan arus keduanya membentuk buih-buih batas,” ucap Arif.

Sedangkan pengajar Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Eddy Setiadi Soedjono berpendapat bahwa fenomena air laut terbelah menjadi dua warna terjadi karena ada air tawar dan air asin (laut) yang tidak bisa tercampur. INDOPK

“Jadi, karena saat ini curah hujan di Jawa Timur sedang tinggi, maka air tawar yang berasal dari curah hujan maupun dari air sungai ikut jadi tinggi. Air tawar ini lalu lalu mengalir ke laut,” tutur Eddy.

Baca Juga : Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

Namun, saat air tawar mengalir ke laut ini, dua jenis air ini tak bisa tercampur. Padahal berat jenis kedua jenis air ini sebenarnya bedanya hanya tipis-tipis saja.

“Berat jenis air hanya 1 sedangkan air laut hanya satu koma sekian. Berbeda dengan besi yang berat jenisnya sekitar 7, atau air raksa sekitar 13. Saya tak tahu, rahasia Tuhan itu apa. Kok beda tipis saja susah tercampur,” kata Eddy.

Eddy juga menjelaskan, fenomena semacam ini biasanya terjadi di pagi hari, saat temperatur air paling dingin. Sedangkan kalau sore hari, temperaturnya panas perbedaan warnanya tak terlalu tegas. Kondisi ombaknya yang kecil sehingga air tak tercampur.

“Yang biru itu air tawar, yang hitam itu air laut,” ucap Eddy.

Menurut Eddy, fenomena semacam ini sebenarnya bukan terjadi di Selat Madura saja. Fenomena semacam ini juga pernah terjadi di tempat lain.

 

Link Alternatif Daftar & Login Indopk | INDOPK.COM  Agen poker Online dan Bandar Ceme Terpercaya dan Terbaik Di Indonesia

 

Promo INDOPK

<> Event Lomba Turn Over Bulanan ( Berhadiah Ratusan Juta Rupiah )

<> Hadiah Kartu Jackpot

<> New Member 10% ( Minimal Deposit 25.000 )

<> CashBack 0.5%  ( Setiap Hari Rabu )

<> Bonus Referral 20% ( Seumur Hidup )

<> Bonus Jackpot Jutaan Rupiah Disetiap Harinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *