UNESCO Protes Hagia Sophia Kembali Menjadi Masjid, Presiden Erdogan: Turki Gunakan Hak Kedaulatan

UNESCO Protes Hagia Sophia Kembali Menjadi Masjid, Presiden Erdogan: Turki Gunakan Hak Kedaulatan.

 

Bangunan Bersejarah Hagia Sophia di Turki yang telah difungsikan kembali sebagai masjid oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan

Bangunan Bersejarah Hagia Sophia di Turki yang telah difungsikan kembali sebagai masjid oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.Lotto03

Baca Juga  Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya
Maingame88-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengalihfungsikan Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Hal itu setelah Pengadilan Turki pada hari Jumat 10 Juli 2020 membatalkan keputusan pemerintah tahun 1934 yang telah mengubah Hagia Sophia menjadi museum. Badan Pendidikan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) protes karena tidak ajak berdiskusi sebelumnya.
Hagia Sopia adalah bagian dari bangunan bersejarah Istanbul, dan menjadi salah satu museum yang tercantum dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Dengan fungsinya sebagai museum Hagia Sophia menjadi destinasi wisata paling minati wisatawan lokal maupun mancanegara.
Hagia Sophia berusia hampir 1500 tahun dan merupakan peninggalan bersejarah dari Kekaisaran Kristiani Bizantium dan Kesultanan Muslim Ottoman.

 

UNESCO menganggap, keputusan Presiden Turki Toyyip Erdogan menjadi keputusan sepihak yang akan memicu pertentangan beberapa kalangan. Penting untuk menghindari tindakan implementasi apa pun, tanpa diskusi sebelumnya dengan UNESCO,” tegas Ernesto Ottone, Asisten Direktur UNESCO. Mengabaikan protes UNESCO, Presiden Erdogan dalam konferensi pers menegaskan, Turki menggunakan hak kedaulatannya untuk mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid.
Erdogan bahkan mengumumkan bahwa salat berjamaah pertama akan adakan  Masjid Hagia Sophia. Kendati Hagia Sophia telah fungsikan kembali sebagai masjid, Erdogan menekankan bahwa Hagia Sophia tetap terbuka bagi semua kalangan. Seperti semua masjid kami, pintu Hagia Sophia akan terbuka lebar untuk penduduk lokal dan asing, Muslim dan non-Muslim,” tandas Erdogan.

 

Isi Dalam Hagia Sophia

Isi Dalam Hagia Sophia.

 

Sebelumnya, bangunan besar yang menjadi daya tarik wisata Turki ini fungsikan sebagai sebuah museum. Pada 1934, Hagia Sophia menjadi museum lantaran keputusan dari Badan PBB UNESCO bawah pendiri Republik Turki, Ataturk. Tarik mundur jauh ke belakang, awal pendiriannya pada tahun 537 masehi Hagia Sophia bangun untuk menjadi gereja besar yang menghadap ke pelabuhan Golden Horn.Lotto03
Berjalannya waktu, terjadilah penaklukkan Ottoman pada 1453 yang membuat fungsinya berubah menjadi masjid. Sejarah panjang bangunan megah ini menjadikan kembalinya fungsi Hagia Sophia menjadi masjid menuai beragam respons. Kutip dari BBC, Minggu (12/7/2020) pemimpin tertinggi Katolik Roma Paus mengaku sedih atas keputusan ini, namun ia berusaha untuk membatasi diri dan tidak memberikan komentar terlalu jauh.
Baca Juga IndoPK.com Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya
Selain Paus, Dewan Gereja Sedunia meminta Erdogan untuk membalikkan keputusannya tentang penetapan Hagia Sophia sebagai sebuah masjid. Gereja-gereja Yunani dan Rusia pun menentang hal ini. Bahkan UNESCO menyebut Komite Warisan Budaya dari pihaknya akan melakukan penilaian kembali akan status Hagia Sophia sekarang. Kembalinya Hagia Sophia menjadi masjid juga tanggapi beragam oleh warga dari negara tersebut. Meski kebanyakan masyarakat Turki memeluk agama Islam, namun sebagian dari mereka ada yang tidak setuju dengan keputusan ini.

 

Salah satunya Orhan Pamuk, Menurutnya, kembalikannya Hagia Sophia menjadi tempat peribadahan suatu agama menghilangkan kebanggaannya atas negara yang selama ini kenal sekuler, memisahkan urusan agama dan politik. Ada jutaan orang Turki sekuler seperti saya yang menangis menentang hal ini, tetapi suara mereka tidak terdengar,” kata Pamuk. Sebaliknya, banyak juga warga Turki yang bergembira atas status terbaru dari Hagia Sophia.
Terbukti saat azan pertama kumandangkan dari dalam bangunan itu untuk pertama kalinya tidak lama setelah tetapkan kembali menjadi masjid, banyak warga yang bersorak-sorai dan mengabadikan momen tersebut dari luar bangunan. Hal itu karena Islamis Turki sudah lama meminta hal ini untuk diwujudkan, namun selalu mendapat tentangan dari anggota oposisi sekuler.

 

Panggilan sholat ini pun langsung disiarkan seluruh kanal besar berita Turki. Seluruh media sosial Hagia Sophia sebelumnya pun langsung nonaktifkan. Presiden Erdogan menjelaskan, ia akan tetap dengan keputusannya. Namun, ia tidak membatasi kunjungan ke Hagia Sophia. Semua boleh berkunjung, baik muslim, nonmuslim, wisatawan asing, semua izinkan untuk singgah ke Hagia Sophia. Hanya saja, secara resmi Hagia Sophia fungsikan sebagai masjid, penggunaan luar fungsi itu tidak akan izinkan secara resmi.