Heboh Rekaman Trump Bocor, Ancam Minta Menang Pemilu di Georgia

Heboh Rekaman Trump Bocor, Ancam Minta Menang Pemilu di Georgia

Hallo sahabat setia semuanya kembali lagi bersama MAINGAME88 yang selalu setia meberikan kabar dunia terbaru dan terpopuler.
Kabar berita kali ini MAINGAME88 kutip dari kabar dunia yaitu Heboh Rekaman Trump Bocor, Ancam Minta Menang Pemilu di Georgia.

Heboh Rekaman Trump Bocor, Ancam Minta Menang Pemilu di Georgia

Presiden AS Donald Trump.

 

MAINGAME88 – Sebuah percakapan telepon terungkap ke publik, mengungkap dugaan tindakan curang yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, demi memenangi pemilu presiden 2020.Lotto03

Baca juga: Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

Trump diketahui mendesak pejabat tinggi pemilihan di negara bagian Georgia, menghitung ulang hasil pemilu untuk memenangkannya. Trump bahkan mengancam akan mengambil risiko besar, jika permintaan itu tak di patuhi.

Dalam panggilan telepon yang di ungkap media The Washington Post, Trump berupaya membatalkan hasil pemilu di Georgia. Di negara bagian tersebut, presiden terpilih Joe Biden menang dengan selisih 11.779 suara.

Jadi lihat. Yang ingin saya lakukan adalah ini. Saya hanya ingin mendapatkan 11.780 suara, sedikit lebih banyak dari yang kami miliki. Karena kita memenangkan negara bagian,” kata Trump dalam panggilan telepon kepada Sekretaris Negara Bagian Georgia, Brad Raffensperger.

“Orang-orang Georgia marah, orang-orang di negara itu marah. Tidak ada yang salah jika mengatakan bahwa Anda telah melakukan penghitungan ulang,” lanjut Trump, seperti di lansir dari Al Jazeera, Senin 4 Januari 2021.

Namun, Raffensperger menolak permintaan tersebut. “Bapak Presiden, permintaan yang Anda minta, data yang Anda miliki salah,” jawab Raffensperger.Lotto03

Baca Juga IndoPK.com Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

Sejak pemilu AS pada 3 November lalu, Trump berulang kali menyerang cara Raffensperger menjalankan pemilu di negara bagian Georgia. Dia juga mengklaim tanpa bukti bahwa 16 suara elektoral di negara bagian itu, salah di berikan kepada Biden.

Hingga kini Gedung Putih, tim kampanye Trump dan Meadows belum memberikan komentar terkait pengungkapan percakapan telepon tersebut. Selain itu, kantor Raffensperger juga menolak memberikan komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *