Remaja Di Prancis Beralih ke Mainan Seks Karena Tak Bisa Rayakan Valentine di Luar

Remaja Di Prancis Beralih ke Mainan Seks Karena Tak Bisa Rayakan Valentine di Luar

Hallo sahabat setia semuanya kembali lagi bersama MAINGAME88 yang selalu setia meberikan kabar dunia terbaru dan terpopuler.
Kabar berita kali ini MAINGAME88 kutip dari kabar dunia yaitu Remaja Di Prancis Beralih ke Mainan Seks Karena Tak Bisa Rayakan Valentine di Luar

Remaja Di Prancis Beralih ke Mainan Seks Karena Tak Bisa Rayakan Valentine di Luar

Ilustrasi Hari Kasih Sayang/Valentine’s Day.

 

MAINGAME88 – Terkungkung di rumah pada malam hari dan tidak bisa makan malam di restoran mewah. Demi memutus rantai penyebaran virus corona membuat para sejoli di Prancis mencari hal lain untuk menyemarakkan hari Valentine mereka: mainan seks.Lotto03

Baca juga: Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

“Mungkin di saat ketika semua jadi terlarang, seksualitas jadi salah satu benteng terakhir kebebasan kita,” kata Patrick Pruvot. Pendiri toko mainan seks Passage du Desir di kutip dari Reuters, Minggu.

Dalam kurun tiga bulan jelang Valentine tahun ini, penjualan di tujuh toko Passage du Desir meningkat 68 persen dari bulan-bulan sebelumnya. Tahun lalu, penjualan hanya naik 12 persen pada periode yang sama jelang 14 Februari.

Borgol dan mainan seks lain berjejer di rak toko Pruvot, di kelilingi restoran dan kafe yang tutup di Paris. Kotak merah besar berbentuk hati di isi dengan 14 mainan untuk ranjang memberi warna untuk perayaan hari Valentine.

“Kami biasanya ke restoran, tapi sekarang agak sulit,” kata Maryne Fraudin (21) yang sedang melihat-lihat mainan untuk dia dan kekasihnya.

Untuk waktu yang lama, warga Prancis tidak terlalu hangat dalam menerima mainan seks, tapi tabu itu perlahan luntur sebelum pandemi membuat banyak pasangan memiliki lebih banyak waktu luang di rumah.

“Krisis COVID mempercepat trennya,” kata dia.Lotto03

Baca Juga IndoPK.com Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

Negara lain mengalami fenomena serupa selama pembatasan COVID-19. Dari Denmark hingga Kolombia yang biasanya konservatif, penjualan mainan seks melonjak pada awal pandemi. Sementara Ann Summers dari Inggris yang menjual lingerie melaporkan kenaikan penjualan saat pembatasan sosial pertama.

“Apalagi yang bisa kami lakukan jika tidak bisa ke luar rumah,” kata Anthony Jeka sebelum keluar toko bersama pasangannya sembari membawa kantong penuh barang. (Antara/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *