Para Korban Luka akibat Kekerasan di Myanmar Dirawat di Thailand

Para Korban Luka akibat Kekerasan di Myanmar Dirawat di Thailand

Hallo sahabat setia semuanya kembali lagi bersama MAINGAME88 yang selalu setia meberikan kabar dunia terbaru dan terpopuler.
Kabar berita kali ini MAINGAME88 kutip dari kabar dunia yaitu Para Korban Luka akibat Kekerasan di Myanmar Dirawat di Thailand

Para Korban Luka akibat Kekerasan di Myanmar Dirawat di Thailand

Orang-orang bubar setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan ke pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer di Nyaung-U, Myanmar, 7 Maret 2021, dalam gambar diam yang di ambil dari video yang di sediakan di media sosial.

 

MAINGAME88– Lebih dari selusin orang yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar di izinkan menyeberang ke desa perbatasan Thailand pada Selasa untuk menerima perawatan medis. Saat Kementerian Luar Negeri Thailand membantah memiliki kebijakan untuk menolak pengungsi.Lotto03

Baca juga: Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

Seorang pejabat kesehatan di Desa Mae Sam Laep mengatakan orang-orang yang tiba dengan perahu melintasi Sungai Salween. Yang menandai perbatasan, adalah etnis Karen yang menentang kudeta militer Myanmar pada Februari.

Namun, seorang pejabat lain di daerah itu, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters di kutip. Antara bahwa tentara Thailand masih mengirim kembali sebagian besar dari mereka yang melarikan diri dari Myanmar karena menganggap situasi di perbatasan aman.

Pada Selasa, warga desa Myanmar Kyaw Lar Bri (48) mengatakan dia terkena pecahan bom dari serangan udara pekan lalu sebelum melarikan diri ke hutan. Dan kemudian naik perahu untuk menyeberangi sungai ke Mae Sam Laep bersama dengan enam orang terluka lainnya.

“Masih belum aman dan warga desa belum berani kembali ke desa,” kata dia.

Perempuan lain yang menerima perawatan di Thailand tampaknya memiliki luka parut dan lecet di wajahnya.

Aktivis menuduh Thailand mendorong ribuan calon pengungsi kembali ke Myanmar. Merilis video yang di terbitkan oleh Reuters tentang orang-orang yang menaiki perahu di tepi sungai di bawah pengawasan tentara Thailand.

Pejabat Thailand membantah laporan tersebut pada Senin (29/3), tetapi seorang pejabat distrik di dekat perbatasan mengatakan. Pada pertemuan lokal pada hari yang sama bahwa orang-orang yang melarikan diri dari Myanmar harus di blokir.

Pemberontak dari berbagai kelompok etnis telah memerangi pemerintah pusat Myanmar selama beberapa dekade untuk mendapatkan otonomi yang lebih besar. Meskipun banyak kelompok telah setuju untuk gencatan senjata, pertempuran telah berkobar dalam beberapa hari terakhir antara tentara dan pasukan di timur dan utara.Lotto03

Baca Juga IndoPK.com Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

Bentrokan besar meletus pada akhir pekan di dekat perbatasan Thailand antara tentara dan pejuang dari pasukan etnis minoritas tertua Myanmar, Persatuan Nasional Karen (KNU), yang juga mengecam kudeta tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat mengatakan pada Selasa bahwa tidak ada kebijakan untuk menolak pengungsi.

Ia menambahkan, terkadang pengungsi secara sukarela kembali ke Myanmar. (Antara/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *