Arab Saudi dan Uni Emirat Arab Bersitegang Harga Minyak Jadi Naik

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab Bersitegang Harga Minyak Jadi Naik

Hallo sahabat setia semuanya kembali lagi bersama MAINGAME88 yang selalu setia meberikan kabar dunia terbaru dan terpopuler.
Kabar berita kali ini MAINGAME88 kutip dari kabar dunia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab Bersitegang Harga Minyak Jadi Naik

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab Bersitegang Harga Minyak Jadi Naik

MAINGAME88 – Putra Mahkota Saudi.

 

MAINGAME88 – Polemik antara Uni Emirat Arab dan Arab Saudi mengenai kuota produksi minyak yang terjadi pekan ini menyebabkan pembicaraan antara negara-negara anggota OPEC dikesampingkan dan membuat pasar energi dalam ketidakpastian, sehingga mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam enam tahun terakhir.Lotto03

Baca juga: Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

Sebanyak 23 negara yang tergabung dalam OPEC+, yaitu gabungan anggota organisasi pengekspor minyak. Dan produsen-produsen besar lainnya seperti Rusia, terpaksa harus menunda negosiasi untuk sementara waktu.

Situasi ini meningkatkan kekhawatiran atas stabilitas forum itu, yang selama 18 bulan terakhir berupaya menstabilkan pasokan minyak di tengah krisis global terkait pandemi Covid.

Masalah bermula pekan lalu, saat Uni Emirat Arab menolak proposal dari pimpinan OPEC+, yaitu Arab Saudi dan Rusia. Untuk memperpanjang pembatasan produksi selama delapan bulan lagi.

OPEC dan para sekutunya belum dapat menentukan tanggal pertemuan berikut untuk merumuskan kuota produksi.

UEA ingin melakukan perundingan ulang soal basis produksinya saat ini – taraf untuk menghitung apakah pemotongan atau pemangkasan produksi perlu di lakukan – agar negara itu bisa leluasa memompa lebih banyak minyak.

Namun, Arab Saudi dan Rusia menolak usulan itu Lotto03

Baca Juga IndoPK.com Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

Negosiasi berubah menjadi polemik ketika menteri energi UEA dan Arab Saudi, yang bersekutu dekat, mengutarakan perbedaan sikap mereka kepada publik.

“Perseteruan itu mengejutkan, tapi mungkin polemik tak terelakkan,” kata Ben Cahill, pengamat dari Center for Strategic and International Studies di Washington.

“Kapasitas produksi Abu Dhabi tidak sejalan dengan kuota di OPEC. Negara itu telah berinvestasi banyak uang untuk mendongkrak produksinya. Dan kini menuntut bisa menuai hasilnya.

“Itu sebabnya UEA jadi frustrasi sejak tahun lalu karena tidak leluasa menaikkan produksi,” tambahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *