Taliban Belum Bayar Tagihan Listrik, Afghanistan Terancam Gelap Gulita

Taliban Belum Bayar Tagihan Listrik, Afghanistan Terancam Gelap Gulita

Hallo sahabat setia semuanya kembali lagi bersama MAINGAME88 yang selalu setia meberikan kabar dunia terbaru dan terpopuler.
Kabar berita kali ini MAINGAME88 kutip dari kabar dunia Taliban Belum Bayar Tagihan Listrik, Afghanistan Terancam Gelap Gulita

Taliban Belum Bayar Tagihan Listrik, Afghanistan Terancam Gelap Gulita

.LINK ALTERNATIF RESMI LOTTO03 – Pejuang Taliban Afghanistan.

 

MAINGAME88.COM – Afghanistan terancam kembali dalam kehidupan kegelapan, karena belum membayar tagihan listrik kepada negara-negara tetangga yang memasok listrik ke negara Muslim tersebut. Negara-negara tetangga memasok sekitar 78 persen tenaga listrik Afghanistan.

Sejak Taliban mengambil alih pemerintahan, Afghanistan belum membayar biaya listrik yang biasanya berkisar US$20 juta hingga US$25 juta per bulan kepada Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Iran. Sekarang total tagihan yang belum di bayar mencapai $62 juta, kata CEO Da Afghanistan Breshna Sherkat, Safiullah Ahmadzai, mengatakan pada hari Rabu 6 Oktober 2021.Lotto03

Baca juga: Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

“Negara-negara ini dapat memutus pasokan listrik kapan saja mereka mau,” katanya dilansir dari Aljazeera, Kamis 7 Oktober 2021.

Perusahaan listrik negara Afghanistan telah meminta kepada misi kemanusiaan yang di pimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan US$90 juta. Untuk menyelesaikan tagihan yang belum di bayar kepada perusahaan pemasok, mengingat batas waktu tiga bulan untuk pembayaran telah berlalu.

Sejak Taliban menguasai Afghanistan dari pertengahan Agustus, tagihan listrik belum di bayarkan ke negara-negara tetangga. Ini menimbulkan masalah lain bagi pemerintah baru yang bergulat dengan krisis uang tunai, karena Amerika Serikat dan sekutu lainnya membekukan cadangan luar negeri negara itu.

“Kami telah meminta UNAMA (misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan) di Kabul. Untuk membantu rakyat Afghanistan membayar pemasok listrik sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan mereka. Kata Ahmadzai melalui telepon, merujuk pada Misi Bantuan PBB di Afghanistan.

Misi PBB belum menanggapi permintaan itu, kata Ahmadzai.LINK ALTERNATIF RESMI LOTTO03

Saat ini, tidak ada pemadaman listrik yang signifikan di Kabul atau di tempat lain di Afghanistan. Ahmadzai mengatakan saat ini hanya 38 persen dari 38 juta penduduk Afghanistan memiliki akses listrik.

Pemerintah Taliban sedang berusaha untuk membayar tagihan listrik, dan telah meminta negara-negara tetangga untuk menghindari pemutusan pasokan listrik, kata Juru Bicara Taliban, Bilal Karimi. “Kami memiliki hubungan yang baik dengan mereka dan kami tidak berharap mereka berhenti menyediakan kami tenaga listrik,” tambahnya.

Pemadaman listrik biasa terjadi di Afghanistan, bahkan ketika pemerintah yang didukung AS berkuasa. Taliban ikut bertanggung jawab atas situasi saat ini setelah mereka menyerang menara transmisi tahun lalu, yang menyebabkan pemadaman listrik di Kabul.Lotto03

Baca Juga IndoPK.com Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

Afghanistan membutuhkan sekitar 1.600 megawatt listrik setiap tahun. Ahmadzai mengatakan sumber listrik domestik Afghanistan, yang meliputi pembangkit listrik tenaga air, panel surya dan bahan bakar fosil, memenuhi sekitar 22 persen dari kebutuhan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *