Kamera Tubuh dan Aplikasi Bisa Jadi Pengawas Polisi di Lapangan

Kamera Tubuh dan Aplikasi Bisa Jadi Pengawas Polisi di Lapangan

Hallo sahabat setia semuanya kembali lagi bersama MAINGAME88 yang selalu setia meberikan kabar dunia terbaru dan terpopuler.
Kabar berita kali ini MAINGAME88 kutip dari kabar dunia Kamera Tubuh dan Aplikasi Bisa Jadi Pengawas Polisi di Lapangan

Kamera Tubuh dan Aplikasi Bisa Jadi Pengawas Polisi di Lapangan

Polisi saat amankan demo omnibus law di Jakarta.LINK ALTERNATIF RESMI LOTTO03

 

MAUNGAME88.COM – Aksi kekerasan dan penyimpangan yang dilakukan anggota polisi kemudian viral di media sosial membuat sorotan tertuju ke Polri. Meski sudah mencoba, Polri di harapkan bisa lebih melakukan pendekatan yang lebih komprehensif.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menyampaikan di sorotnya Polri karena fenomena masyarakat yang saat ini sudah mengandalkan media sosial.

“Dengan keterbukaan informasi melalui berbagai platform media sosial, penilaian masyarakat akan langsung mengarah pada institusi. Inilah mengapa perubahan aspek kelembagaan perlu pendekatan yang lebih komprehensif,” kata Trubus, dalam keterangannya, Kamis, 21 Oktober 2021.Lotto03

Baca juga: Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

Dia menjelaskan, aspek kelembagaan yang perlu di perhatikan dalam fungsi pengawasan. Ia menekankan, fungsi pengawasan ada di wilayah masalah service delivery yang tengah di sorot karena ada kekerasan.

“Contohnya kemarin tindakan bantingan yang di anggap berlebihan. Kemudian laporan yang tidak di proses atau di hentikan secara tidak relevan,” jelasnya.

Pun, ia menyinggung ada aspek permasalahan inti yang di sorot yakni social relations. Menurut dia, hal tersebut mesti di tempuh dengan reformasi kultural dan bisa menjadi tindak lanjut Kapolri.

“Cakupan ini harusnya menjadi tindak lanjut Kapolri, setelah melakukan lomba mural akhir Oktober ini. Kegiatan itu kan menampung kritik masyarakat, tindak lanjutnya masukan tersebut harus di kelola ke dalam, semacam, kaidah etik bagi SDM Polri,” tutur Trubus.

Kemudian, ia menyebut dalam persoalan ini juga perlu melibatkan stakeholder terkait seperti Komisi III DPR dan Kompolnas. Selanjutnya, melakukan perbaikan tata kelola operasional.

Bagi Trubus, poin kritis operasional mencakup perlunya optimalisasi sinkronisasi data secara digital. Dengan aplikasi itu bisa menangkap rekam jejak anggota mulai kehadiran hingga melaksanakan tugas.

“Di perlukan semacam aplikasi di gital, yang dapat menangkap rekam jejak anggota mulai dari kehadiran, saat melaksanakan tugas, hingga selesai bertugas,” sebutnya.

“Bahkan, ketika sedang tidak bertugas pun dapat tetap memberikan kontribusi laporan, karena aplikasi tersebut harusnya sangat canggih dapat terkoneksi dengan petugas yang sedang aktif bertugas dan posisinya di ketahui,” jelasnya

Dia menekankan, referensi aplikasi seperti itu sudah ada seperti transportasi online. Pun, ia bilang untuk melengkapi aplikasi tersebut bakal lebih canggih jika di sertai pelaksanaan operasional dengan menyematkan kamera (body camera).

Dengan demikian, teknologi model pengawasan ini bisa jadi alat bukti rekam jejak jika terjadi pelanggaran di lapangan.LINK ALTERNATIF RESMI LOTTO03

Sementara, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti juga mengusulkan agar setiap anggota polisi di pasangi kamera di tubuhnya. Cara ini maksudnya untuk mengawasi tindakan polisi di lapangan.

“Saya juga melihat perlunya di pertimbangkan penggunaan body camera dan dashboard camera. Di satu sisi dapat mengawasi tindakan anggota di lapangan, di sisi lain dapat di jadikan sebagai akuntabilitas bagi masyarakat,” tutur Poengky.

Dia membandingkan penerapan di sejumlah negara maju seperti di AS dan Inggris. “Penggunaan teknologi body camera dan dashboard camera di anggap mampu menurunkan kekerasan berlebihan yang di lakukan aparat kepolisian,” ujarnya.

Kemudian, ia juga mendorong anggota yang melanggar agar di proses dan disanksi. Menurutnya, hal ini penting dengan di awali pimpinan Polri memberi contoh yang baik bagi seluruh anggota.otto03

Baca Juga IndoPK.com Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

“Selain itu, jika ada anggota yang melakukan pelanggaran, harus segera diproses dan ada punishment sebagai efek jera. Pimpinan juga harus memberikan contoh tindakan yang baik bagi seluruh anggota,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram (ST) tentang tindak tegas terhadap anggota yang melanggar. Telegram yang diterbitkan kapolri ini setelah hebohnya kasus oknum polisi membanting mahasiswa di Kabupaten Tangerang, Banten.LINK ALTERNATIF RESMI LOTTO03

Dalam telegram itu, Kapolri Sigit mengintruksikan para kapolda menindak tegas anggota yang melakukan pelanggaran secara berlebihan. Adapun telegram itu bernomor ST/2162/X/HUK2.9/2021 dan ditandatangani oleh Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.