Bacaan Dewasa Bercinta Dengan Mama Cantik

Sexy18 Bacaan dewasa kali ini akan menceritakan bercinta dengan mama cantik yang montok super seksi. Ini merupakan kisah nyata yg kualami saat berdynas.
Setiba dykantor, setelah upacara bendera semua guru sibuk dengan aktifitasnya, kecuali guru agama Bapak Firul rupanya kedatangan tamu. Dan kemudyan melapor padaku, bahwa ada tamu yang ingin memasukkan anaknya sekolah dy SMP ku. Akhirnya kuterima tamu itu seorang ibu muda berparas manis, kulit putih, dengan body yang sangat menarik. Tinggi dan padat berisi melihat dari gayanya aku yakin ibu ini termasuk yang agak lain dalam urusan seks. Lotto03
Bercinta Dengan Mama Cantik

Bercinta Dengan Mama Cantik

Kepada ibu muda itu kujelaskan bahwa kami sudah tidak bisa menerima siswa baru, karena sudah tutup. Namun ibu itu memaksa, akhirnya terpaksa aku berundyng dengan kepala sekolah, yang dengan berbagai pertimbangan terutama karena tetangga sekolah yatim dan lain-lain. Maka anaknya kami terima karena tidak punya uang untuk biaya sekolah maka sebelum pulang ibu itu berpesan agar besok hari selasa jam 08:00 aku kerumahnya, sehubungan dengan anaknya itu.
Keesokan harinya, dengan pertimbangan untuk membantu kesulitan ibu muda kemarin aku kerumahnya. Sebuah rumah kecil yangg rapi dan bersih, tapi rumahnya tampak sepi setelah ke 4 kalinya aku mengetuk dan mengucap salam, pintu dybuka juga, nampak ibu itu sedang mandy rupanya. Ini terlihat dari handuk yang melilit tubuhnya dan tangan serta kakinya yangg putih nampak basah.
Dya meminta maaf dan mempersilakanku masuk, lalu terburu-buru kembali ke air.
Sejenak aku terpana melihat pemandangan itu, ibu itu nampak amat seksi, tubuhnya yangg sintal nampak sangat lembut terbalut handuk setengah badan. Kulit punggungnya yang putih amat menggoda, namun kubuang jauh-jauh fikiran kotorku. Aku duduk dyruang tengah yang menghubungkan kamar dengan dapur dan kamar mandy.
Tidak berapa lama ibu itu keluar, dengan rambut basah, badan masih terlilit handuk, bahunya yang putih sedykit terbuka hingga pangkal dadanya. Dan dadanya yang terlilit handuk nampak begitu besar, ia sekarang tidak lagi tergopoh2 seperti tady, dengan tersenyum manis mempersilahkanku minum yang telah ia siapkan sebelumnya. Lalu ia masuk kamar melewatiku, terciumlah wangi tubuhnya dan pantatnya yang besar begitu saja lewat dydepan mataku bergoyang ke kanan dan kekiri.
Mataku seperti hendak copot, jantungku berdegup kencang dengan pemandangan tersebut. Beberapa saat kemudyan ibu itu keluar lagi, rambutnya telah tersisir, walau nampak masih basah, atasannya sudah menggunakan baju. Namun dari pinggang kebawah masih memakai handuk, dan yang membuatku bertanya2 adalah handuknya justru semakin keatas. Sekarang nampak kedua pahanya yang nampak empuk dan putih semakin membuat dadaku bergemuruh.
Dya kemudyan duduk dy kursi panjang menghadap kepadaku, pahanya nampak seolah sengaja ia pertontonkan kepadaku. Semakin membuatku rikuh, jantungku semakin tidak karuan tapi nampaknya ia tenang2 saja dan sambil merapikan baju ia bicara.
“Maaf pak, agak kurang sopan mmmhh bapak dari mana.“ Tanyanya sederhana.
“Ciamis.” Jawabku singkat.
“Maaf lho pak, udah menikah.” Tanyanya lagi.
“Udah, punya anak 1.“ Jawabku.
“Oohhh, gini pak maaf sebelumnya saya gak punya biaya untuk anak saya. Bagaimana ya pak saya gak enak sama bapak dan bapak kepala sekolah.“ Katanya membuka pokok masalah sambil tanganya terlihat sibuk membenahi BH nya.
Aku jady gak enak, namun tidak tahu harus berbuat apa, menegurnya takut dya malu, tidak dytegur aku yang bingung.

Baca Juga : Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

“Gini bu, setelah kita bicarakan kemarin dengan pak kepala, kami sepakat untuk membantu ibu tanpa mengeluarkan biaya. Karena ibu tetangga dan konon kabarnya putra ibu anak yatim, begitu kan bu.” Tanyaku.
“Ia pak, sudah sejak SD bapaknya meninggal terpaksa saya yang kerja. Tapi maaf pak anaknya sekarang masih dyjakarta.“ Jawabnya sambil menggeser kakinya semakin terbuka, nampak kedua pangkal pahanya semakin jelas dymataku.
Aku pura-pura tidak melihatnya walau darahku semakin deras mengalir ke tubuhku, nafasku terasa sangat sesak.
“O gitu, jady ibu kerja dymana.” Tanyaku sambil menenangkan dyri.
“Dy jakarta, karyawan pabrik pak. Ya dari pada gak kerja, oh iya panggil saya Tari pak kayanya belum ibu2 banget ya.“ Balasnya sambil tersenyum manis.
“O iya, saya Dyros.“ Kataku membalas tersenyum.
Tiba-tiba ia bangkit dari kursinya dan duduk dy kursi sebelahku. Sambil membelakang ia berkata “Pak, maaf banget tolong kancing BH saya gak masuk-masuk bisa gak dybantu.“ Katanya tanpa menengok.
Aku tak menduga akan seperti itu, dadaku semakin bergemuruh menolak gak enak, gak menolak juga gak enak. Maka dengan gemetar aku mengahadapi punggungnya, dan ia mengangkat bajunya,nampaklah pinggangnya yang montok dan putih mulus.
Terlihat amat empuk, punggungya yang lebar dan juga montok sangat mulus dengan jakun turun naik aku pegang tali BH nya, dan berusaha mengikatkan kancingnya. Namun agak sulit, nafasku mulai tak teratur dengan tenang tari berbalik dan sambil tersenyum, matanya menatap mataku dalam-dalam lalu ia pergi ke kamar.
“Pak, ngobrolnya sini aja yuk, gak apa-apa gak ada orang kok, lagian kan cuma ngobrol.“ Katanya dari kamar.
Aku semakin bingung, apa yang harus kulakukan, semantara darahku sudah naik sampai keatas kepala, kepalaku sudah tak lagi normal, selangkanganku terasa panas. Dalam keadaan bingung aku menurut nampak dykamar Tari sedang mangganti handuk dengan baju bawahannya, walau telah tertutup baju namun nampak sekali pinggulnya yang besar sangat seksi dymataku.
“Duduk pak.” Katanya mempersilahkanku duduk.
Seperti kerbau aku mengikuti perintahnya duduk dy pinggiran tempat tidur. Ketika Tari menarik dan memelukku, aku seperti tersengat ribuan watt listrik, tubuhku seperti terbakar hebat. Dadaku bergetar dan nafasku benar-benar seperti habis berlari ribuan kilometer.
“Pak, saya udah bapak tolong, nah sekarang saya membantu bapak.” Kata Tari sambil memeluk dan menciumiku dengan ganas sekali. Aku cuma melongo, tanpa tahu harus bagaimana, hingga tersentak ketika sadar. Tiara sudah telanjang bulat, tubuhnya yang putih terpampang dydepan mataku, matanya terlihat sayu penuh birahi.
Dadanya yang putih amat besar dan masih membukit, berayun2 dalam elusan2 tangannya. Perutnya yang bersih montok sangat merangsang, sementara dypangkal pahanya yang putih nampak seonggok bulu2 memenuhi memek kecil yang menggunduk dysela pahanya. Pangkal pahanya yang besar dan montok telah terbuka lebar, semua menanti reaksiku.
Sebagai manusia biasa, dyhadapkan hal seperti itu otakku buntu namun terlintas rasa takutku. Bahwa ini sebuah jebakan untuk ku, aku khawatir ini tipuan untuk menjerumuskanku. Maka seketika akal sehatku kembali, dan dengan terengah2 aku buru2 keluar pamitan.
Tiara mengejarku dan memeluk tubuhku dari belakang, nyerrr darahku berdesir. Ketika payudaranya yang dyngin dan empuk menyentuh punggungku, sementara terasa gundukan bawah perutnya menekan pantatku lututku terasa lemas, tapi aku berusaha bertahan.
“Jangan sekarang hhhhh.” Kilahku, nanti kita cari waktu. Lalu tergopoh2 kupakai sepatuku meninggalkan Tiara yang melongo melihat kepergianku.
Setiba dysekolah, nafsuku masih menggebu aku gak lagi konsen. Maka terpaksa aku ke WC guru membuka celanaku, sambil membayangkan yang baru terjady. Dengan nafas memburu kukocok kemaluanku dengan sabun yang ada dysana. Ooohhh, nikmat sekali membayangkan airmaniku keluar dytubuh putih mulus Tiara, muncratlah air maniku dy WC itu.
Setelah keluar, aku masih panas dyngin lalu menemui kepala dan ngobrol dengan pak Idhar kepala sekolahku tentang kejadyan barusan. Pak Idhar cuma tersenyum, sambil menepuk2 pundak ku.“ Pa Dyros, Pa Dyros, bersyukurlah bapak terbebas dari godaan syetan.“ Katanya bijak.
Esoknya aku ketemu dengan pak Firul, kamipun ngobrol ketika pembicaraan sampai pada hal itu, ia nampak antusias.
“Bapak gak mau, rumahnya dymana emang gak ada siapa2.” Tanyanya nyerocos.
“Ya nggaklah pak saya masih eling, kenapa pak.” Tanyaku heran.
“Nggak, tanya aja.“ Jawabnya sambil tersenyum.
Menjelang istirahat, aku ada keperluan berhubungan dengan kegiatan kesiswaan menjelang MOS. Tapi ketika pak Firul dycari tidak ada, seorang Suanta penjaga sekolah mengatakan pak Firul ke kampung sebelah. Aku jady curiga jangan-jangan.
Maka aku segera pergi kesana, nampak rumah bu Tari sepi-sepi saja. Ketika kuketuk tak ada yang menyahut, maka kucoba mendorong pintu itu, ternyata tidak dykunci, aku melongok kedalam namun juga sepi. Kucoba masuk dengan hati-hati, nampaklah sebuah sepatu yg kukenal, sepatu pak Firul.
Maka perhatian kualihkan ke kamar dan samar-samar terdengar suara-suara merintih dari kamar. Jantungku berdebar kucoba mengintip dari lubang pintu, astaga pak firul dan Tari nampak sedang berkutat dan sama-sama telanjang. Karena pandanganku kurang jelas, maka kutarik kursi kedepan pintu, dan dari atas pintu kamar jelaslah semuanya.
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan, melaporkan kejadyan itu atau mengintipnya. Namun setan benar-benar menutup hatiku, aku mengunci pintu luar, lalu melihat kedapur dan ruang depan, semua terkunci dan tidak ada siapa-siapa. Maka dengan berdebar aku naik kekursi.
Tari nampak sedang tidur telentang kedua kakinya terbuka lebar-lebar dan dengkulnya dyangkat keatas dypegang kedua tangannya merapat ke payudaranya. Sementara Firul tengah tertelungkup kepalanya berada dyselangkangan Tari menjilat2 kemaluan Tari.
“OOOhhhh ssssshhh terussss terusss.” Tari merintih-rintih, pantatnya dy goyang2kan menyambut jilatan Firul.
Firul mengangkat kepalanya, lalu kedua tangannya memnguakan paha Tari semakin lebar. Nampaklah vagina tari yang basah kuyup, bibir kemaluanya sedykit menggelambir kekiri kanan. Nampak panjang saat dytarik-tarik2 dan dymainin Firul, kelentit tari nampak semakin besar dan lubang kemaluannya yang amat merah telah benar-benar terbuka. Lotto03
Tiba-tiba, Firul menguakan pantat Tari. Jarinya nampak mencari2 sesuatu yang menjady sasaran Firul adalah lubang dubur Tari, dykorek2nya dubur Tari dengan lembut. Dan dengan terburu-buru Firul kemudyan mencucuk2kan lidahnya kedubur Tari, nampak Tari blingsatan semakin mengerang2 tidak keruan.
“OOOOuuhkkkk ssssshhhh enak banggghhettthhh ssshhhh.” Rintihnya, Firul semakin ganas menjilat-jilat dubur Tari, sesekali kelentit Tari jady sasaran. Hingga suatu ketika jari kiri Firul nampak menekan dubur Tari, dan sedykit demi sedykit memasuki dubur Tari, sementara jari kanan Firul memasuki kemaluan Tari. Sedangkan lidahnya tak henti-henti menjilat-jilat vagina dan kelentit Tari.
Semula ketika jari Firul memasuki duburnya, kufikir Tari akan menolak dan memarahi Firul. Namun dyluar dugaan Tari semakin menekan2 pantatnya, menyambut semua tekanan dy vagina dan duburnya.
“OOOhhhkkk terrrrusss ooohh. ” Lenguhnya tak henti-henti, nafsuku sudah tak terbendung lagi, maka dengan nafas memburu tertahan aku membuka celanaku dan mencari sabun dy WC. Namun aku cuma menemukan shampo segera kubawa dan kembali ke kursi, pemandangan dykamar sudah berubah.
Sekarang Tari dyatas Firul, dengan posisi 69 pantat Tari yang besar benar-benar menghadap kearahku. Dybawahnya Firul sibuk menghisap dan menjilat kemaluan Tari, sementara kemaluannya menyerbu keluar masuk dymulut Tari. Aku semakin lemas darahku benar-benar sudah memuncak sampai keatas kepala.
“SSSShhhh ooohhh ssshhh.” Tari mengerang berulang.
Firul kemudyan berbalik dan Tari masih dyatasnya, nampak mengarahkan kemaluan Firul kedalam kemaluanya. Aku harap-harap cemas dyluar dan ketika kemaluan Firul tepat dy tengah memek Tari. Tari menekannya blessshh, masuklah kemaluan itu sepenuhnya kedalam kemaluan Tari. Tari langsung mengelosoh dyatas tubuh Firul, sementara dari mulut mereka keluar keluhan bersamaan.
“Oooouhhhkkkhhh.”
Aku terus mengocok kemaluanku, terasa nikmat sekali. Apalagi nampak lubang dubur Tari yang kuncup mekar tiap Tari menekan atau menarik pantatnya. Aku terasa seolah dytarik-tarik untuk memasuki lubang dubur yang memerah itu.
Tangan Firul tak tinggal dyam, yang kiri nampak meremas-remas pantat Tari yang membungkah besar. Sedangkan tangan kanannya kembali mencari-cari lubang dubur Tari, lalu ketika jarinya menemukan yang dycarinya. Dycelupkannya telunjuknya kedalam dubur Tari, aku yg memperhatikan sambil mengocok kemaluanku merasa bahwa kemaluankulah yang memasuki dubur itu, oooh nikmatnya.
Tari nampak menikmati rangsangan hebat dy kedua lubang miliknya, rintihanya semakin menjady-jady sementara kepalanya oleng kekiri dan kekanan sambil tengadah dengan mulut terbuka yang tak henti mendesis-desis seperti orang kepedasan. Tak berapa lama Tari semakin mempercepat gerakanya, nafasnya semakin memburu sementara lenguhannya semakin keras dan cepat.
“OOOOuuh ssshhh oooohhh.” Pantatnya menyembul2 dalam gerakannya yang semakin menggila, hingga suatu ketika tubuhnya seolah tersentak. Punggungnya melengkung sementara pantatnya terlihat menekan kuat2 kearah kemaluan Firul, sekujur tubuhnya menegang seolah-olah sedang sekarat.
“OOOouuhhhhhhhkkkkhhhhhhhh akkku kkkhhhlluaaarrrr.” Erangnya meracau sambil mengigit bibir Firul kuat-kuat. Lalu tubuhnya ambruk dyatas tubuh Firul, Tari telah mencapai orgasmenya yang pertama.
Firul nampak tenang-tenang saja sambil tersenyum ia bangun. Dan menunggingkan Tari, dan Tari menurut saja lalu kemaluannya dyarahkan kearah kemaluan Tari. Sementara tangannya merengkuh payudara Tari yang menggantung besar. Dan sekali tekan blessshhh, kemaluan Firul kembali menghantam kemaluan Tari dari belakang, kembali mereka melenguh bersamaan.
Tari nampak mendongak menerima hantaman Firul, lalu suara desissan seperti orang kepedasan keluar dari mulutnya berulang-ulang. Rupanya Tari masih menikmati sisa kenikmatan yang tady. Firul semakin asik mengeluar masukkan kemaluannya, hingga nampak busa-busa putih menetes dari pinggir-pinggir kemaluan Tari. Mungkin sisa-sisa orgasme Tari yang tady. Lotto03

Baca Juga : INDOPK.COM Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

Aku semakin nikmat mengocok2 kemaluanku, dan jujur saja sebenarnya aku hampir memuncratkan maniku ketika Tari orgasme tady. Tapi aku masih penasaran sehingga berusaha menahannya walau terasa sudah dy ubun-ubun.
Tiba-tiba Firul si guru mesum mengeluarkan kemaluannya, sementara tangan kanannya sibuk menjangkau klitoris Tari dan mengocok2nya. Nampak Firul setengah duduk, mulutnya kemudyan menjilat2 dubur Tari. Tangan kirinya menyusupkan jarinya sedykit2 ke lubang dubur Tari, dan dyluar dugaanku Tari semakin menunggingkan pantatnya, sementara mulutnya mendesis desis seperti ular.
“SSSShhhh oooohhhkkkk terusss oooohhhhkkkhh.” Desisnya berulang-ulang.
“Firul kembali berjongkok, dan mengarahkan kemaluannya persis ke lubang dubur Tari, lalu menekannya sedykit, menariknya lagi lalu menekan sedykit hingga setengah kepalanya masuk, mengeluarkanya lagi, begitu seterusnya.
Efeknya luar biasa, Tari nampak nafsunya bangkit setinggi-tingginya. Nafasnya benar-benar memburu, pantatnya semakin tinggi menungging sementara lubang duburnya nampak semakin merah dan mulai membesar kuncup mekar. Dengan nafas memburu Firul si guru mesum kembali mengarahkan kemaluanya ke lubang dubur Tari dan dengan sekali tekan blessshhh, masuklah kemaluan Frul memenuhi dubur Tari.
Tari merasakan sensasi yang luar biasa dyduburnya, duburnya terasa panas, penuh terganjal dan seperti mau beol. Namun terasa hangat kemaluan Firul dan nikmatnya ketika keluar masuk membuat nafsunya semakin tinggi.
“Oooohhh terusss terussshhh ooohhkkk.” Erangnya.
Firul si guru mesum nampak terhentak dan dyam sejenak, ketika merasakan tubuhnya melayang terbang. Tubuhnya terguncang guncang menahan nikmat yang melanda kemaluannya, terasa terjepit sangat kuat oleh dubur Tari. Dyndyng2 dubur Tari mengunci ketat setiap kali ia menarik dan mendorong kemaluannya. Firul membeliak2 marasakan kenikmatan yang tiada taranya.
Aku yang tidak menduga, tak lagi kuat menahan dyri kemaluanku hampir menumpahkan air mani. Terasa nikmat sekali setiap kocokan tanganku dykepala kemaluanku, seolah2 dubur Tari yang memilin2 kemaluanku. Namun aku masih berusaha menahannya, dykamar Tari nampak mempercepat gerakan pantatnya mundur maju menyambut setiap sodokan dan hujaman Firul si guru mesum dy duburnya. Mulutnya semakin mendesis-desis.
“OOOhkkk sssshhhh oooohhhh.” Rintihnya, dan sungguh ajaib suatu ketika Tari nampak mendorong pantatnya kebelakang kuat-kuat tubuhnya melengkung2 ketas kebawah. Sementara duburnya tetap tertancap kemaluan Firul seteguh2nya dari mulutnya keluar geraman seperti orang sekarat.
“Heuuuueuuueuhhhhkkkkhhh.” Matanya nampak mendelik2, lalu mengejang kembali seperti tady, rupanya Tari telah memncapai orgesmenya yang kedua.
Dan pada saat yg sama, rupanya Firul si guru mesum tidak sanggup lagi menahan dyrinya. Firulpun menekan kuat2 kemaluanya ke dubur Tari, sehingga Firul merasa seolah2 kemaluannya menancap ke dasar dubur Tari. Tubuhnya melengkung mendekap tubuh Tari erat2, gerakannya terhenti seketika menikmati kedutan2 dy ujung kemaluanya, nikmat tak terhingga.
“Hooooouuuhhhkkkkhhh akkkhu keluarrrr.“ Ucapnya parau dan muncratlah airmaninya memenuhi lubang dubur Tari. Tari merasakan nikmatnya semburan2 air mani Firul ke dalam duburnya, terasa hangat menyembur2 dyndyng2 duburnya. Vagina dan dubur Tari terasa mengedut2, menimbulkan gerakan mencengkram2 dy vagina dan duburnya. Hal itu membuat Firul si guru mesum semakin mengeluh2 kenikmatan lalu keduanya tergeletak lesu dykasur.
Ketika Tari melengkungkan tubuhnya berulang2, aku tak bisa menahan dyri lagi, badanku mengejang dan kemaluanku tarasa semakin nikmat. Seluruh darahku seolah2 terkumpul ke ujung kemaluanku, dan menyemprot2 menjady air mani yang sangat banyak. Lalu mengedut-ngedut menyisakan nikmat yang sangat dan aku pun mengeluarkan air mani sambil menjerit lirih tertahan “OOOOOuuuhhh.”
Buru-buru aku pakai celanaku, kursi kurapikan lagi dan sampho kusimpan dymeja dan segera keluar. Dyluar tanganku kubersihkan dengan daun yang ada dysekitar, setelah terasa bersih aku memeriksa celanaku juga bersih, aku mengetuk pintu.
Setelah agak lama, keluarlah Tari nampak agak lusuh dan berkeringat. Kulitnya yang putih nampak kemerah2an karena lelah.
“Maaf bu, saya ada perlu boleh masuk.” Tanyaku pura-pura tidak tahu apa-apa.
“Oh, eh iya pak silahkan.” Katanya gugup.
Lalu aku masuk dan setelah duduk aku perhatikan ia nampak gelisah.
“Gini bu, jangan khawatir saya mencari Pak Firul, tady saya lihat masuk kesini bisa dypanggilkan bu.” Kataku kemudyan.
Ia nampak bingung dan kikuk “Ehh eee iaya ehh ooo ada.“ Katanya terbata-bata.
“Ya udah, gak apa-apa tolong dypanggil ya Bu.“ Kataku menenangkan.
Tak lama Pak Firul si guru mesum keluar, sambil cengar cengir lalu mendekatiku ia berbisik.
“Maaf pak, saya memanfaatkan, sayang pak.“ Katanya menyebalkan.
Aku cuma tersenyum sambil berkata “Ini pak, ada keperluan untuk MOS, tolong segera dylaksanakan, gimana bisa.”
“Ia, bisa pak.” Katanya masih cengar cengir kaya kambing.
“Baik pak, saya tunggu laporannya jangan lupa cuci dulu pak.“ Kataku menyindyr, nampak Tari memerah mukanya, lalu menghampiriku.
“Abis bapak gak mau tady. Bapak ini katanya suruhan bapak, ya udah, bapak nanti kesini ya saya tunggu awas lho.
“Katanya masih berbisik, aku cuma tersenyum dan segera pamit. Pak Firul si guru mesum mengikutiku sambil tetap cengar cengir seperti kuda.
Dan bagi teman-teman yang hobby bermain game casino online & togel online.
Silahkan bergabung dengan kami Lotto03 agen casino online & togel online terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *