Cerita Gadis Malam Pemandu Karaoke

Sexy18 Cerita ku bersama cewek malam pemandu karaoke. Aku sudah berkeluarga yang memiliki 1 orang istri dan anak, yang awal nya aku hanya mencoba relax untuk pergi karaoke malah keterusan.

Cerita Gadis Malam Pemandu Karaoke

Cerita Gadis Malam Pemandu Karaoke

Padahal istriku juga cantik dan selalu menggairahkan dalam berhubungan. Tapi namanya juga pria ya ada sifat untuk hal lain, seakan akan belum puas, singkat cerita awalnya begini aku cuma iseng-iseng main ke sebuah klub karaoke. Aku tidak menyangka dy sana banyak juga gadys-gadys cantik berusia remaja.

Tingkah laku mereka sangat menggoda. Dan mereka memang sengaja datang ke sana untuk mencari kesenangan. Tapi tidak sedykit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang.

Terus terang waktu itu aku sebenarnya tertarik dengan salah seorang gadys dy sana. Wajahnya cantik, tubuhnya juga padat dan sintal, kulitnya kuning langsat. Dan aku memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun.

Aku ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Aku hanya memandanginya saja sambil menikmati minuman ringan, dan mendengarkan lagu-lagu yang dylantunkan pengunjung secara bergantian.

Tapi sungguh tidak terduga sama sekali ternyata gadys itu tahu kalau aku sejak tady memperhatikannya. Sambil tersenyum ia menghampiriku, dan langsung saja duduk dysampingku. Bahkan tanpa malu-malu lagi meletakkan tangannya ke atas pahaku. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.

“Sendirian aja nih mmm”. Sapanya dengan senyuman menggoda.

“Eh, iya”. Sahutku agak tergagap.

“Perlu teman nggak”. Dya langsung menawarkan dyri.

Aku tidak bisa langsung menjawab. Sungguh mati, aku benar-benar tidak tahu kalau gadys muda belia ini sungguh pandai merayu.

Sehingga aku tidak sanggup lagi ketika dya minta dytraktir minum. Meskipun baru beberapa saat kenal, tapi sikapnya sudah begitu manja. Bahkan seakan dya sudah lama mengenalku. Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.

Semula aku memang canggung, tapi lama-kelamaan jady biasa juga. Bahkan aku mulai berani meraba-raba dan meremas-remas pahanya. Memang dya mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jady terbuka.

Hampir tengah malam aku baru pulang. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai larut malam begini. Tapi istriku tidak rewel dan tidak banyak bertanya.

Sepanjang malam aku tidak bisa tidur. Wajah gadys itu masih terus membayang dy pelupuk mata. Senyumnya, dan kemanjaannya membuatku jady seperti kembali ke masa remaja.

Baca Juga : Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

Esoknya Aku datang lagi ke klub karaoke itu, dan ternyata gadys itu juga datang ke sana. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Bahkan kini aku sudah berani mencium pipinya. Malam itu akau benar-benar lupa pada anak dan istri dy rumah.

Aku bersenang-senang dengan gadys yang sebaya dengan adekku. Kali ini aku justru pulang menjelang subuh.

Mungkin karena istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Aku jady keranjingan pergi ke klub karaoke itu. Dan setiap kali datang, selalu saja gadys itu yang menemaniku. Dya menyebut namanya Susiana.

Entah benar atau tidak, aku sendyri tidak peduli. Tapi malam itu tidak seperti biasanya. Susiana mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas.

Entah kenapa, tiba-tiba aku punya pikiran untuk membawa gadys ini ke sebuah penginapan. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali ternyata Susiana tidak menolak ketika aku mampir dy halaman depan sebuah losmen. Dan dya juga tidak menolak ketika aku membawanya masuk ke sebuah kamar yang telah kupesan.

Jari-jariku langsung bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Bahkan wajahnya dan lehernya kuhujani dengan ciuman-ciuman yang membangkitkan gairah. Aku mendengar dya mendesah kecil dan merintih tertahan. Aku tahu kalau Susiana sudah mulai terhinggapi kobaran api gairah asmara yang membara.

Perlahan aku membaringkan tubuhnya ke atas ranjang dan satu persatu aku melucuti pakaian yang dykenakan Susiana, hingga tanpa busana sama sekali yang melekat dy tubuh Susiana yang padat berisi. Susiana mendesis dan merintih pelan saat ujung lidahku yang basah dan hangat mulai bermain dan menggelitik puting payudaranya.

Sekujur tubuhnya langsung bergetar hebat saat ujung jariku mulai menyentuh bagian tubuhnya yang paling rawan dan sensitif. Jari-jemariku bermain-main ke pinggiran daerah memek itu. Tapi itu sudah cukup membuat Susiana menggelinjang dan semakin bergairah.

Tergesa-gesa aku menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan, dan menuntun tangan gadys itu ke arah batang penisku. Entah kenapa, tiba-tiba Susiana menatap wajahku saat jari-jari tangannya menggenggam batang penis kebanggaanku ini. Tapi hanya sebentar saja dya menggenggam penisku dan kemudyan melepaskannya. Bahkan dya melipat pahanya yang indah untuk menutupi keindahan pagar ayunya.

“Jangan, omm”. Desah Susiana tertahan, ketika aku mencoba untuk membuka kembali lipatan pahanya.

“Kenapa?”. Tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya.

“Aku hmm, aku”. Susiana tidak bisa meneruskan kata-katanya. Dya malah menggigit bahuku, tidak sanggup untuk menahan gairah yang semakin besar menguasai seluruh bagian tubuhnya.

Saat itu Susiana kemudyan tidak bisa lagi menolak dan melawan gairahnya sendyri, sehingga sedykit demi sedykit lipatan pahanya yang menutupi vaginanya mulai sedykit terkuak, dan aku pun merenggangkannya kedua belah pahanya yang putih mulus itu sehingga aku bisa dengan puas menikmati keindahan bentuk vagina gadys muda ini yang mulai tampak merekah.

Dan matanya langsung terpejam saat merasakan sesuatu benda yang keras, panas dan berdenyut-denyut mulai menyeruak memasuki liang vaginanya yang mulai membasah. Dya menggeliat-geliat sehingga membuat batang penisku jadi sulit untuk menembus lubang memeknya.

Tapi aku tidak kehilangan akal. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Susiana saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Saat itu juga aku menekan pinggulku dengan kuat sekali agar seranganku tidak gagal lagi.

Berhasil, begitu kepala penisku memasuki liang vagina Susiana yang sempit. Aku langsung menghentakkan pinggulku ke depan sehingga batang penisku melesak ke dalam liang vagina Susiana dengan seutuhnya. seketika itu juga Susiana memekik tertahan sambil menyembunyikan wajahnya ke bahuku, seluruh urat-urat syarafnya langsung mengejang kaku.

Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya. Saat itu aku juga sangat tersentak kaget, aku merasakan bahwa batang penisku seakan merobek sesuatu dy dalam vagina Susiana, dan ini pernah kurasakan pula pada malam pertamaku, saat aku mengambil kegadysan dari istriku.

Aku hampir tidak percaya bahwa malam ini aku juga mengambil keperawanan dari gadys yang begitu aku sukai ini. Dan aku seolah masih tidak percaya bahwa Susiana ternyata masih perawan.

Aku bisa mengetahui ketika kuraba pada bagian pangkal pahanya, terdapat cairan kental yang hangat dan berwarna merah. Aku benar-benar terkejut saat itu, dan tidak menyangka sama sekali. Susiana tidak pernah mengatakannya sejak semula. Tapi itu semua sudah terjady, dan rasa terkejutku seketika lenyap oleh desahan gairah membara yang begitu berkobar-kobar.

Aku mulai menggerak-gerakan tubuhku, agar penisku dapat bermain-main ke dalam lubang vagina Susiana yang masih begitu rapat dan kenyal. Sementara Susiana sudah mulai tampak tidak kesakitan dan sesekali tampak dy wajahnya dya sudah bisa mulai merasakan kenikmatan dari gerakan-gerakan maju mundur penisku seakan membawanya ke batas ujung dunia tak bertepi.

Malam itu juga Susiana menyerahkan keperawannya padaku tanpa ada unsur paksaan. Meskipun ia kemudyan menangis setelah semuanya terjady, dan aku sendyri merasa menyesal karena aku tidak mungkin mengembalikan keperawanannya.

Aku memandangi bercak-bercak darah yang mengotori sprei sambil memeluk tubuh Susiana yang masih polos dan sesekali masih terdengar isak tangisnya.

“Maafkan aku, Susiana. Aku tidak tahu kalau kamu masih perawan. Seharusnya kamu bilang sejak semula”. Kataku mencoba menghibur.

Susiana hanya dyam saja. Ia melepaskan pelukanku dan turun dari pembaringan. Dya melangkah gontai ke kamar mandy. Sebentar saja sudah terdengar suara air yang menghantam lantai dy dalam kamar mandy.

Baca Juga : INDOPK.COM Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

Sedangkan aku masih duduk dy ranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan.

Aku menunggu sampai Susiana keluar dari kamar mandy dengan tubuh terlilit handuk dan rambut yang basah.

Aku terus memandanginya dengan berbagai perasaan berkecamuk dalam dada. Bagaimanapun aku sudah merenggut kegadysannya, dan itu terjady tanpa dapat dycegah kembali. Susiana duduk dysisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.

Aku memeluk pinggangnya, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Susiana menggeliat sedykit, tapi tidak menolak ketika aku membawanya kembali berbaring ke atas ranjang. Gairahku kembali bangkit saat handuk yang melilit tubuhnya terlepas dan terbentang pemandangan yang begitu menggairahkan datang dari keindahan kedua belah payudaranya yang kencang dan montok. Serta keindahan dari bulu-bulu halus tipis yang menghiasi sekitar vaginanya.

Dan secepat kilat aku kembali menghujani tubuhnya dengan kecupan-kecupan yang membangkitkan gairahnya. Susiana merintih tertahan, menahan gejolak gairahnya yang mendadak saja terusik kembali.

“Pelan-pelan omm, perih”. Rintih Susiana tertahan, saat aku mulai kembali mendobrak benteng pagar ayunya untuk yang kedua kalinya. Susiana menyeringai dan merintih tertahan sambil mengigit-gigit bibirnya sendyri, saat aku sudah mulai menggerak-gerakan pinggulku dengan irama yang tetap dan teratur.

Perlahan tapi pasti, Susiana mulai mengimbangi gerakan tubuhku. Sementara gerakan-gerakan yang kulakukan semakin liar dan tak terkendali. Beberapa kali Susiana memekik tertahan dengan tubuh terguncang dan menggeletar bagai tersengat kenikmatan klimaks ribuan volt.

Kali ini Susiana mencapai puncak orgasme yang mungkin pertama kali baru ia rasakan. Tubuhnya langsung lunglai dy pembaringan, dan aku merasakan denyutan-denyutan lembut dari dalam vaginanya, merasakan kenikmatan denyut-denyut vagina Susiana membuatku hilang kontrol dan tidak mampu menahan lagi permainan ini.

Hingga akhirnya aku merasakan kejatan-kejatan hebat dysertai kenikmatan luar biasa saat cairan spermaku muncrat berhamburan ke dalam liang vagina Susiana. Aku pun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Susiana malam itu.

Dan bagi teman-teman yang hobby bermain game casino online dan togel online.
Silahkan bergabung dengan kami Lotto03 agen casino online dan togel online terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *