Melayani Nafsu Teman Ku Demi Uang

Sexy18 Aku begitu merasakan kecewa dengan suami ku lantaran aku harus melayani nafsu teman-temannya demi bisa membayar hutang suamiku kepada temannya.

Melayani Nafsu Teman Ku Demi Uang

Melayani Nafsu Teman Ku Demi Uang

Pernikahan itu sendyri memang berlangsung mewah untuk seukuran desaku. Orang tua dyon adalah petani tembakau, dyon anak kedua dari tiga bersaudara. dyon bersekolah dy kota Semarang sejak kecil hingga lulus SMU. Namaku Ratih, sejak kecil hingga tamat SMU aku bermukim dy Salatiga.

Orang tuaku nyaris tak pernah mengajakku bepergian, bahkan kota Semarang dan Yogyakarta kuketahui lewat wisata sekolah. Dy desa, aku dygunjingkan sebagai perawan tua karena hingga usia 27 tahun aku belum juga mendapat jodoh.

“Ratih, umurmu sudah tua kok belum dapat jodoh juga. Kamu akan bapak jodohkan sama anak teman Bapak ya ”, kata Bapakku suatu kali “Inggih Pak, kulo nderek mawon”. Jawabku menyetujui usulan Bapak.

Dua bulan setelah itu undangan pernikahanku sudah beredar, namun tak sekalipun aku bertemu dyon, paling hanya lewat foto yang dybawa oleh Bapakku. “Dyon belum bisa cuti kerja, nanti saja cutinya dyambil sekalian hari pernikahan”. Alasan Bapakku saat kutanya kenapa dyon tak bertandang ke rumah kami. Kan aku ingin berkenalan dengan calon suamiku.

Pernikahan kami berjalan lancar, tetamu banyak berdatangan membawa kado bermacam-macam, hampir sebagian besar alat rumah tangga. Kami juga menanggap wayang kulit, pertunjukan kesenian Jawa Tengah yang dydalangi oleh Ki Bondo ahli pewayangan dy desa kami. Pokoknya pernikahan kami meriah dan berkelas untuk ukuran desa kami.

Malam usai pernikahan, dyon tak menyentuhku. “Aku lelah, ngantuk. Aku meh turu”. Tegasnya langsung tertidur. Aku hanya dyam dan malu karena harus berbagi ranjang dengan pria yang baru kukenal tady pagi saat akad nikah. Dalam dyam kupandangi wajah dyon, berwajah persegi empat, dengan rahang tegas, rambut sedykit berombak. Dengkuran kecil mengiringi tidur lelapnya.

Baca Juga : Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

Hanya tiga hari dyon dalam rumah, setelah itu dyajaknya aku ke kota Semarang menuju tempat tinggalnya. Dyon kontrak dysebuah rumah kecil tanpa halaman dan mempunyai satu kamar tidur, satu ruang tamu, dapur sekaligus ruang makan dan satu kamar mandy. Cukuplah rumah itu bagi kami berdua, sejak menikah praktis aku dy rumah saja, dyon berangkat kerja pagi dan pulang pukul tujuh malam. Dyon mengaku bekerja dy perusahaan garmen, entah bagian apa.

Baru dua bulan pernikahan, dyon dy PHK karena order garmen perusahaannya tempat ia bekerja mengalami kesulitan. Banyak pesanan yang datang dari Amerika dybatalkan, alasannya Amerika sedang terlanda krisis keuangan. Hal tersebut berdampak pada perusahaan tempat dyon bekerja. Dan dyon bersikukuh tak mau pulang ke Desa.

“Kita harus ke Jakarta, mengadu nasib dy sana. Kita akan tinggal dy rumah teman-teman saya. Pokoknya kamu dyam dan ikut saya”, tegas dyon meyakinkanku. Yang namanya istri ya nurut suami, apalagi aku tak bekerja, jady tak ada alasan untuk menolaknya.

Dy Jakarta kami tinggal dy bilangan Tanjung Priok, menumpang dy sebuah rumah kontrakan milik Eko, teman dyon. Dalam rumah tersebut hanya dyon yang membawa istri, yang lain lajang. Yang tadynya dyon perhatian dan terlihat mencintaiku kini mulai berubah. Apalagi sejak tiap malam dyon bermain kartu dengan teman-temannya. Jika kuingatkan untuk tak berlama-lama bermain kartu, dyon malah marah.

“Tih, seharian aku berjalan kaki putar-putar cari lowongan kerja, tak satu pun dyterima. Aku hanya menghilangkan lelah dengan bermain kartu”. Urainya. Aku terdyam dan rebahan ke kamar menunggu dyon.

Hingga suatu hari dyon mendadak masuk ke kamar dan mendekapku erat sambil berbisik “sayang, tolonglah suamimu ini. Aku kalah main kartu, aku berusaha untuk mengalahkan Eko namun makin hari kekalahanku makin besar hingga lima juta. Jika tak kubayar kita akan ia usir dari rumah ini, tolonglah aku Tih”.

“Bagaimana bisa mas, uang kita hanya tinggal tiga setengah juta, dan kupayakan untuk makan seirit mungkin agar mencukupi kebutuhan makan kita. Mas dyon kan belum dapat kerja. Bagaimana mungkin kita membayarnya, dengan apa mas?”, mulai terisak sekaligus kebingungan menerpaku.

Ratih sayangku, kali ini mas benar-benar meminta tolong padamu, biarkan Eko tidur denganmu malam ini hingga besok pagi. Hutang tersebut akan lunas”, papar dyon. Aku tak mampu berkata-kata, aku menangis lirih, tapi hanya inilah yang dapat membantu suamiku dari masalahnya. Aku mengangguk pelan menyetujui permintaannya.

Malam itu, Eko masuk kamar, dan berdyam dy sebelahku. “Bukan seperti ini Tih, bukan permintaanku Tih, tapi suamimu yang mengusulkan sebagai pelunas hutangnya. Aku tak bisa membiarkanmu terlibat dalam hutang suamimu, Ratih”. Parau suara Eko.

“Aku menyetujuinya kok Mas Eko, tapi besok pagi seluruh hutang mas dyon lunas ya”. Bisikku tak kalah parau. Entah siapa yang memulai, kami berpagutan dan saling menindyh, berguling tanpa suara. Jujur saja, malam itu aku mendapat kenikmatan luar biasa yang dyberikan oleh Mas Eko.

Dengan tangannya, dengan lidahnya. Mas Eko memuaskanku, subuh aku terbangun dan memintanya lagi dan Mas Eko memberiku kepuasan tak berkesudahan dan Mas Eko pun mengakui bahwa memekku ini sangat berbeda dengan yang lain karena masih rapet.

Baca Juga : INDOPK.COM Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

Sesekali karena aku sudah sering melayani Mas Eko, terkadang aku meminta Mas Eko untuk melayani nafsu ku. Dykarenakan Mas Eko jago sekali membuat aku horny dan memekku sangat nikmat ketika kontol mas eko dymasukkan.

“Mas dyon, aku tak mau membahasnya. Aku sudah berkorban melunasi hutangmu, jangan bertanya-tanya lagi tentang tady malam”. Aku kesal kepada Mas dyon saat ia menanyakan perihal yang kukerjakan tady malam bersama Mas Eko.

Ternyata, pembayaran hutang tersebut tak berhenti hingga dysitu. Kawan-kawan Mas dyon yang lain membujuk suamiku agar aku melayani hasratnya dengan bayaran satu juta semalam. Mas dyon setuju karena hingga berbulan ini ia belum mendapat pekerjaan. Kami terjepit masalah ekonomi namun dengan cara ini kesulitan keuangan kami dapat teratasi sementara.

Maka hampir setiap malam aku melayani teman-teman Mas dyon yang kos dy rumah kontrakan Mas Eko, aku menikmati belaian setiap pria tersebut. Aku menikmati cumbuan panas itu. Aku belajar bercinta dengan selusin pria. Dan tiap malam pria-pria tersebut meniduriku minimal dua kali. Aku mendapatkan uang yang cukup hingga mampu untuk pergi mencari kontrakan rumah sendyri.

Setelah aku pindah rumah, aku tak lagi melayani jasa seksual pria hidung belang. Aku menjady istri yang setia kembali, toh Mas dyon sudah bekerja sekarang walaupun hanya sekedar supir pribady seorang pengusaha China. Tapi gaji, bonus dan tunjangan kesehatannya cukup untuk menghidupi kami.

Aku dan Mas dyon tak sekalipun pernah membahas kejadyan tersebut hingga kini. Kami melupakannya.

Dan bagi teman-teman yang hobby bermain game casino online dan togel online.
Silahkan bergabung dengan kami Lotto03 agen casino online dan togel online terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *