Asiknya ML Dengan Mantan Murid Ku

Sexy18 Namaku Arlin, tinggi 160 cm, berat 56 kg dengan lingkar pinggang 65 cm. Secara keseluruhan, sosokku terlihat kencang dan garis seksi tubuhku tampak jelas bila mengenakan pakaian yang ketat terutama pakaian senam. Aku adalah Ibu dari dua anak, berusia 42 tahun dan bekerja sebagai seorang guru dysebuah SLTA kota Semarang.

Asiknya ML Dengan Mantan Murid Ku

Asiknya ML Dengan Mantan Murid Ku

Kata orang bentuk tubuhku mirip salah satu artis yang tetap kencang dalam usia yang semakin menua. Mungkin mereka ada benarnya, tetapi aku memiliki payudara yang lebih besar sehingga terlihat lebih menggairahkan dan semua karunia itu kudapat dengan olahraga yang teratur.
Kira-kira 6 tahun yang lalu saat umurku masih 36 tahun salah seorang sahabatku menitipkan anaknya yang ingin kuliah dy tempatku, karena ia teman baikku dan suamiku tidak keberatan akhirnya aku menyetujuinya.

Namanya Sandy, kulitnya kuning langsat dengan tinggi 173 cm. Badannya kurus kekar karena Sandy seorang atlit karate dy tempatnya. Oh ya, Sandy ini pernah menjady muridku saat aku masih menjadi Guru SD.
Sandy sangat sopan dan tau dyri. Ia banyak membantu pekerjaan rumah dan sering menemani atau mengantar kedua anakku jika ingin bepergian. Dalam waktu sebulan saja ia sudah menyatu dengan keluargaku, bahkan suamiku sering mengajaknya main tenis bersama.

Aku juga menjady terbiasa dengan kehadirannya, awalnya aku sangat menjaga penampilanku bila dy depannya. Aku tidak malu lagi mengenakan baju kaos ketat yang bagian dadanya agak rendah, lagi pula Sandy memperlihatkan sikap yang wajar jika aku mengenakan pakaian yang agak menonjolkan keindahan garis tubuhku.

Sekitar 4 bulan setelah kedatangannya, suamiku mendapat tugas sekolah keluar negeri selama 3 tahun. Aku sangat berat melepasnya, karena aku bingung bagaimana menyalurkan kebutuhan sex ku yang masih menggebu-gebu.

Walau usiaku sudah tidak muda lagi, tapi aku rutin melakukannya dengan suamiku, paling tidak seminggu 2 kali. Mungkin itu karena olahraga yang selalu aku jalankan, sehingga hasrat tubuhku masih seperti anak muda. Dan kini dengan kepergiannya otomatis aku harus menahan dyri.
Awalnya biasa saja, tapi setelah 8 bulan kesepian yang amat sangat menyerangku. Itu membuat aku menjady uring-uringan dan menjady malas-malasan. Seperti minggu pagi itu, aku masih belum juga bangun walau jam telah menunjukkan angka 9.

Karena kemarin kedua anakku minta dyantar bermalam dy rumah nenek mereka, sehingga hari ini aku ingin tidur sepuas-puasnya. Setelah makan, aku lalu langsung kembali tidur-tiduran ke kamarku. Tak lama terdengar suara pintu yang dybuka.

“Bu Arlin?”. Suara Sandy berbisik, aku dyam saja. Kupejamkan mataku makin erat. Setelah beberapa saat, aku tercekat ketika merasakan sesuatu dy pahaku. Kuintip melalui sudut mataku, ternyata Sandy sudah berdyri dy samping ranjangku, dan matanya sedang tertuju menatap tubuhku, tangannya memegang bagian bawah gaunku, aku lupa kalau aku sedang mengenakan baju tidur yang tipis, apa lagi tidur telentang pula. Hatiku menjady berdebar-debar tak karuan, aku terus berpura-pura tertidur.

“Bu Arlin?”. Suara Sandy terdengar lebih keras, kukira ia ingin memastikan apakah tidurku benar-benar nyenyak atau tidak. Aku memutuskan untuk pura-pura tidur. Kurasakan gaun tidurku tersingkap semua sampai keleher.
Lalu kurasakan Sandy mengelus bibirku, jantungku seperti melompat, aku mencoba tetap tenang agar pemuda itu tidak curiga. Kurasakan lagi tangan itu mengelus-elus ketiakku, karena tanganku masuk ke dalam bantal otomatis ketiakku terlihat.

Kuintip lagi, wajah pemuda itu dekat sekali dengan wajahku, tapi aku yakin ia belum tahu kalau aku pura-pura tertidur. Kuatur napas selembut mungkin lalu kurasakan tangannya menelusuri leherku, bulu kudukku meremang geli, aku mencoba bertahan, aku ingin tahu apa yang ingin ia lakukan terhadap tubuhku.

Tak lama kemuadyan aku merasakan tangannya meraba buah dadaku yang masih tertutup BH berwarna hitam, mula-mula ia cuma mengelus-elus, aku tetap dyam sambil menikmati elusannya. Lalu aku merasakan buah dadaku mulai ia remas-remas, dan aku merasakan seperti ada sesuatu yang sedang bergejolak dalam tubuhku, aku sudah lama merindukan sentuhan laki-laki dan kekasaran seorang pria. Aku memutuskan tetap dyam sampai saatnya tiba.

Sekarang tangan Sandy sedang berusaha membuka kancing BH-ku dari depan, tak lama kemudyan kurasakan tangan dyngin pemuda itu meremas dan memilin puting susuku. Aku ingin merintih nikmat tapi nanti malah membuatnya takut, jady kurasakan remasannya dalam dyam.

Baca Juga : Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

Kurasakan tangannya gemetar saat memencet puting susuku, kulirik pelan, kulihat Sandy mendekatkan wajahnya ke arah buah dadaku lalu ia menjilat-jilat puting susuku, tubuhku ingin menggeliat merasakan kenikmatan isapannya, namun aku terus bertahan.

Kulirik puting susuku yang berwarna merah tua sudah mengkilat oleh air liurnya, mulutnya terus menyedot puting susuku dysertai gigitan-gigitan kecil. Perasaanku campur aduk tidak karuan, nikmat sekali.
Tangan kanan Sandy mulai menelusuri selangkanganku, kurasakan jarinya meraba vaginaku yang masih tertutup CD, aku tak tahu apakah vaginaku sudah basah apa belum. Yang jelas jari-jari Sandy menekan-nekan lubang vaginaku dari luar CD, lalu kurasakan tangannya menyusup masuk ke dalam CD-ku.

Jantungku berdetak keras sekali, kurasakan kenikmatan menjalari tubuhku. Jari-jari Sandy mencoba memasuki lubang vaginaku, lalu kurasakan jarinya amblas masuk ke dalam, wah nikmat sekali. Aku harus mengakhiri Sandywaraku, aku sudah tak tahan lagi, kubuka mataku sambil menyentakkan tubuhku.

“Sandy!. Ngapain kamu?”.
Aku berusaha bangun duduk, tapi tangan Sandy menekan pundakku dengan keras. Tiba-tiba Sandy mencium mulutku dengan cepat, aku berusaha memberontak dengan mengerahkan seluruh tenagaku. Tapi Sandy makin keras menekan pundakku, malah sekarang pemuda itu menindyh tubuhku, aku kesulitan bernapas dytindih tubuhnya yang kekar dan berotot. Kurasakan mulutnya kembali melumat mulutku, lidahnya masuk ke dalam mulutku, tapi aku pura-pura menolak.

“Bu, maafkan saya. Sudah lama saya ingin merasakan ini, maafkan saya Bu”. Sandy melepaskan ciumannya lalu memandangku dengan pandangan meminta.
“Kamu kan bisa dengan teman-teman kamu yang masih muda. Ibukan sudah tua”. Ujarku lembut.
“Tapi saya sudah tergila-gila dengan Bu Arlin. Saat SD saya sering mengintip BH yang Ibu gunakan, saya akan memuaskan Ibu sepuas-puasnya”. jawab Sandy.
“Ah kamu, ya sudah terserah kamu sajalah”.
Aku pura-pura menghela napas panjang, padahal tubuhku sudah tidak tahan ingin dyjamah olehnya. Lalu Sandy melumat bibirku dan pelan-pelan aku meladeni permainan lidahnya. Kedua tangannya meremas-remas pantatku.

Untuk membuatnya semakin membara, aku minta izin ke WC yang ada dy dalam kamar tidurku. Dalam kamar mandy, kubuka semua pakaian yang ada dy tubuhku, kupandangi badanku dy cermin.
Benarkah pemuda seperti Sandy terangsang melihat tubuhku ini?. Perduli amat yang penting aku ingin merasakan bagaimana sich bercinta dengan remaja yang masih panas. Keluar dari kamar mandy, matanya terbeliak melihat tubuh sintalku yang tidak tertutup sehelai benangpun.

“Body Ibu bagus banget”, dia memuji sembari mengecup putting susuku yang sudah mengeras sedari tady. Tubuhku ia sandarkan ke tembok depan kamar mandi. Lalu ia cium sekujur tubuhku, mulai dari pipi, kedua telinga, leher, hingga ke dadaku.

Sepasang payudara montokku habis ia remas-remas dan ia cium. Putingku setengah dygigit-gigit, dygelitik-gelitik dengan ujung lidah, juga dykenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.
“Ibu hebat”, desisnya.
“Apanya yang hebat?”. Tanyaku sambil mengacak-acak rambut Sandy yang panjang seleher.
“Badan Ibu enggak banyak berubah dari waktu saya SD dulu”, katanya sambil terus melumat puting susuku. Nikmat sekali.

“Itu karena Ibu teratur olahraga”, jawabku sembari meremas tonjolan kemaluannya. Dengan bergegas kuloloskan celana hingga celana dalamnya. Mengerti kemauanku, ia lalu duduk ke pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang. Ia buka sendyri baju kaosnya, sementara aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil.
Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Sandy minta gantian, ia ingin mengerjai vaginaku.
“Masukin aja yuk, Ibu sudah ingin ngerasain penis kamu San!”. Cegahku sambil menciumnya.

Sandy tersenyum lebar. “Sudah enggak sabar ya?”, godanya.
“Kamu juga sudah enggak kuat kan sebenarnya San”. Balasku sambil mencubit perutnya yang berotot.
Sandy tersenyum lalu menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, berguling-guling dy atas ranjang. Ternyata Sandy pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendyrku kian membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang kemaluan Sandy yang besar.

Berbeda dengan suamiku, Sandy nampaknya lebih sabar. Dya tidak segera memasukkan batang penisnya, melainkan terus menciumi sekujur tubuhku. Terakhir ia membalikkan tubuhku hingga menelungkup, lalu ia cium kedua paha bagian belakangku, naik ke bongkahan pantatku, terus naik lagi hingga ke tengkuk. Birahiku menggelegak-gelegak.

Baca Juga : INDOPK.COM Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

Sandy menyelipkan tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku membelakangi Sandy, lalu ia remas-remas buah dadaku. Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa jari tengahnya menyusup lembut ke dalam liang vaginaku yang basah merekah.
“Vagina Ibu bagus, tebel, pasti enak bercinta sama Ibu”, ia berbisik persis ke telingaku.
Suaranya sudah sangat parau, pertanda birahinya pun sama tingginya dengan aku. Aku tidak bisa bereaksi apapun lagi. Kubiarkan saja apapun yang dylakukan Sandy, hingga terasa tangan kanannya bergerak mengangkat sebelah pahaku.

Mataku terpejam rapat, seakan tidak dapat lagi membuka. Terasa nafas Sandy semakin memburu, sementara ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan kirinya menggenggam dan meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku semakin tinggi. Lalu terasa sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah belakang. Oh, my God ia telah memasukkan rudalnya!.
Sejenak aku tidak dapat bereaksi sama sekali, melainkan hanya menggigit bibir kuat-kuat. Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Sandy memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat luar biasa.

“Oohh”, sesaat kemudyan aku mulai bereaksi tak karuan. Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sementara Sandy mulai memaju mundurkan roket rudalnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali.
“Saann, penismu enaaak!”, kataku setengah menjerit.
Sandy tidak menjawab, melainkan terus memaju mundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit ia buat. Batang penisnya yang besar itu seperti hendak membongkar liang vaginaku sampai ke dasar.
“Oohh, Saannn!”.
Sandy malah semakin bersemangat mendengar jerit dan rintihanku. Aku semakin erotis.

“Aahh, penismu, oohh, aarrghh, penismuu, oohh!”.
Sandy terus mengenjot-genjot. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping, nampaknya Sandy sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kemaluannya pada vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak.

“Ibu mau keluar! Ibu mau keluaaar!”, aku menjerit-jerit.
“Yah, yah, yah, aku juga, aku juga!. Enak banget bercinta sama Ibu!”. Sandy menyodok-nyodok semakin kencang.
“Sodok terus, Saann!. Yah, ooohhh, yahh, ugghh!”.
“Teruuss, arrgghh, sshh, ohh, sodok terus penismuuu!”.
“Oh, ah, uuugghhh”.
“Enaaak, penis kamu enak, penis kamu sedap, yahhh, teruuusss”.
Pada detik-detik terakhir, tangan kananku meraih pantat Sandy, kuremas bongkahan pantatnya, sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme!

Sesaat aku seperti melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Mungkin sudah beberapa bulan aku tak merasakan kenikmatan seperti ini. Sandy mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku.

Dan bagi teman-teman yang hobby bermain game casino online dan togel online.
Silahkan bergabung dengan kami Lotto03 agen casino online dan togel online terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *