Tempat wisata yang Paling aman dari Ancaman Virus corona

Hai sobat Maingame88 , Kali ini kita akan membahas tempat wisata yang aman pasca wabah virus corona. Seperti yang kita ketahui bahwa virus Corona telah menyerang berbagai negara dan menyebabkan banyak kematian.

Berikut kami sajikan tempat yang aman dari virus corona.

 

  • Ubud, Bali

Ubud terkenal sebagai pusat tarian dan kerajinan tangan tradisional,Anda akan dapat melihat hutan tropis dan area persawahan terasering yang indah.

Daerah ini terhitung relatif aman karena otoritas pemerintah setempat mampu menekan kasus Covid-19 meskipun tidak menerepkan PSBB.

Baca juga : Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

  • Benua Antartika

Antartika merupakan benua es yang membuat manusia tidak ada yang mendiami wilayah terdingin ini,kecuali para peneliti. beruang, penguin,paus,anjing laut,dan mamalia laut lain adalah satu-satunya penduduk yang mendiami benua ini.

Saat pandemi Covid-19 melanda hampir setiap negara,Benua Antartika masih saja aman. Kehidupan tak ada perubahan atau perbedaan sebelum maupun selama masa pandemi. Antartika sempat terancam virus corona ketika kapal-kapal pesiar turis datang. Namun semua berangsur tenang saat Antartika lockdown dengan menghentikan pelayaran wisata untuk sementara.

 

  • Isle of Budelli , Italia

Isle of Budelli ,Kepulauan Maddalena,Italia merupakan pulau terpencil dan tak berpenghuni tetapi cukup terkenal di kalangan wisawatan.

Selama lockdown,Isle of Budelli sepi dari kunjungan wisatawan karena adanya larangan untuk keluar rumah. Seiring dengan mulai keadaan yang sudah agak normal,kemungkinan pulau indah tersebut akan kembali ramai oleh wisatawan yang berlibur

Baca juga : INDOPK.COM Agen Poker Online, Domino QQ dan Bandar Ceme Terpercaya

  • Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)

Ilmuwan BioServe Space Technologies di University of Colorado Boulder, Luis Zea mengungkapkan salah satu tempat paling aman dari Covid-19 adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Alasannya adalah karena jaraknya yang teramat jauh dari bumi (408 km) dan perlindungan program stabilisasi kesehatan juga menjadi alasan.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *