Boon Pring, wisata alam bernuansa bambu yang seru

 

Sobat Maingame88 pada liburan kali ini pasti ingin melihat lokasi wisata yang berbeda dengan yang lainnya bukan? yuk mari kita coba pergi ke Boon Pring, wisata alam yang bernuansa bambu dan sudah pasti seru sekali.

Dalam bahasa Indonesia,nama pring berarti bambu dan boon adalah hutan. Sesuai namanya, lokasi wisata hutan bambu ini terletak di desa Sanankerto,kecamatan Turen.

Hutan bambu dengan luas 24 hektar ini memiliki kolom renang buatan,sehingga membuat tempat tersebut cocok untuk kamu yang ingin berfoto maupun liburan santai sejenak bersama keluarga.

Disana terdapat setidaknya 25 jenis pohon bambu,mulai dari jenis petung,apus,tutul,kuning,pagar amplex  dan banyak lagi.

Baca juga : Lotto03.com Bandar Togel Online Terbesar & Terpercaya

 

  • Berperahu ke pulau Lhow

Bagi masyarakat Kabupaten Malang, Lotto03 Boon Pring Andeman merupakan ikon baru andalan untuk mendatangkan wisatawan.

Pandangan mata wisatawan yang datang akan tertuju pada danau kecil yang dapat mereka kelilingi dengan menggunakan perahu. Ada pula, Pulau Putri Lhow atau Pulau Lhow yang terletak pada tengah-tengah danau. Wisatawan bisa menyewa perahu motor, rakit bambu, atau sepeda air untuk mengelilingi pulau.

Baca juga : INDOPK.COM Agen poker online,Domino QQ dan Bandar Ceme Terbaik & Terpercaya

Untuk menyewa sepeda air, Sobat Pesona akan dikenakan tarif tambahan Rp 15.000 per sepeda dengan kapasitas dua orang.

Jika menyewa dengan kapasitas dua orang, biayanya jadi Rp 20.000. Wisata Boon Pring juga menyiapkan kolam renang anak-anak, lho.

Kalau tinggal tak jauh dari sini,tempat ini cocok untuk mengisi satu hari libur bersama keluarga.

Namun, kalau memang berniat liburan ke kota Malang dan memang datang dari luar wilayah, meluangkan waktu selama satu hari ke sini bisa jadi pilihan. Jika tidak berminat naik perahu, Anda juga bisa melakukan trekking mengelilingi danau.

Ada dua jalan darat alternatif, salah satunya mengelilingi bambu, sedangkan alternatif lainnya berupa jalan biasa yang dipenuhi dengan bangunan beratap.

Alternatif yang pertama, cocok bagi mereka yang gemar berpetualang dalam alam liar. Jalur yang akan kamu lalui tidak menanjak maupun menurun, namun masih berupa tanah sehingga rawan becek ketika musim hujan.

Sementara jalur kedua, berupa jalan biasa yang penuh dengan bangunan beratap sirap tempat penduduk lokal berjualan makanan lokal seperti bakso, sempol, serta makanan dan minuman ringan lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *